Dark/Light Mode

Warga Jakarta Diimbau Berdoa Dari Rumah

TPU Melompong Peziarah, Pedagang Bunga Pasrah

Sabtu, 25 April 2020 07:59 WIB
Ilustrasi TPU Karet Bivak  (Foto: Net)
Ilustrasi TPU Karet Bivak (Foto: Net)

RM.id  Rakyat Merdeka - Tempat Pemakaman Umum (TPU) di seluruh Jakarta sepi peziarah. Sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, yang selalu rame menjelang dan selama bulan suci Ramadhan.

Tahun ini turun drastis. Ini akibat wabah corona. Pergerakan warga dibatasi untuk mencegah penyebaran virus mematikan tersebut. Kebanyakan warga, memilih di rumah saja. Akhirnya, TPU pun sepi peziarah.

Pantauan Rakyat Merdeka di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, Kamis (23/4) lalu, kondisinya lengang. Pagar akses utama masuk TPU tidak dibuka penuh. Hanya separuh. Terpampang jelas spanduk pemberitahuan untuk menjaga jarak. Juga peringatan pembatasan jumlah warga yang akan berziarah.

Berita Terkait : Mari Bersabar, Puasa dan Lebaran di Rumah Saja...

Terdapat pula kran dan sabun untuk cuci tangan para petugas dan pengunjung.

Kondisi jalanan yang biasanya macet karena peziarah parkir di pinggir jalan, kini tak kelihatan lagi. Begitu juga di areal parkir resmi, jarang mobil terpakir di sana.

Kondisi serupa terjadi di areal makam. Tak ada kerumunan peziarah. Hanya ada beberapa orang yang duduk dan berdiri di depan makam keluarga. Semuanya memakai masker. Cuma beberapa makam yang terlihat ditaburi bunga dan tercium bau wangi air mawar.

Berita Terkait : PPKL: Kualitas Udara Jakarta Makin Baik Saat Wabah Corona

“Kondisinya beda, dibatasin orang dan waktunya. Nggak boleh lama-lama,” ujar Aini, ibu paruh baya yang datang dengan anaknya.

Dia mengaku telah mengetahui pembatasan bagi peziarah. Makanya, hanya datang berdua untuk berziarah ke makam almarhum ayahnya.

“Takut tertular, tapi yang penting cuci tangan pakai sabun, pake masker dan nggak berkerumun dengan orang lain,” ujar perempuan yang tinggal di Jakarta Selatan ini.
 Selanjutnya