Dark/Light Mode

Masih Banyak Warga Miskin Yang Belum Terima

Gubernur Anies, Tolong Lebih Teliti Dong Kalau Bagikan Bansos

Rabu, 20 Mei 2020 15:45 WIB
Ini perbedaan isi bansos Pemprov Jawa Barat (kiri) dan Pemprov DKI Jakarta (kanan) yang difoto sejumlah netizen.
Ini perbedaan isi bansos Pemprov Jawa Barat (kiri) dan Pemprov DKI Jakarta (kanan) yang difoto sejumlah netizen.

RM.id  Rakyat Merdeka - Meski memegang KTP DKI Jakarta, Uni tidak mendapatkan bantuan sosial (bansos) tahap kedua yang dibagikan Pemprov 14 Mei lalu. Begitu juga dengan Hidayat, warga yang ber-KTP non DKI Jakarta.
    
Pembagian bansos Pemprov DKI Jakarta untuk warga Pondok Pinang dilakukan 14 Mei lalu. Nilainya, bertambah dari tahap pertama menjadi Rp 275 ribu. Isinya, beras 10 kg, sarden 4 kaleng, minyak goreng 2 liter, kecap manis, terigu 1 kilogram, bihun, sabun mandi, dan ada juga kue kaleng.    
    
Tapi, seperti tahap pertama, Uni kembali harus gigit jari karena tidak dapat bantuan. Di RT tempat dia tinggal sekarang nama Uni tidak terdaftar. Begitu juga di RT lamanya.
    
"Saya tanya Pak RT tempat lama saya tinggal. Dibilangnya tidak ada. Tapi dia tidak mau menunjukkan daftar penerima. Bahkan, selentingan saya dengar, jatahnya dikasih buat yang lain. Tapi saya gak tahu kepastiannya," keluh Uni.
    
Hal serupa juga dirasakan Hidayat. Dia ber-KTP non Jakarta. Tapi, dari segi kemampuan ekonomi, termasuk yang memenuhi syarat sebagai penerima. "Sudah dari tahap pertama saya tidak dihitung," curhatnya.
    
Tidak hanya itu, Hidayat pun bercerita bahwa semua tetangganya ber-KTP non DKI tidak termasuk sebagai penerima. Menurutnya, pengurus RT dan RW tidak ada yang melakukan pendataan ulang kepada warga yang pada tahap pertama tidak terdaftar.
    
"Padahal, tetangga saya itu banyak yang tidak berpenghasilan akibat pemberlakuan PSBB," ungkapnya.
    
Sebagai informasi, bansos tahap dua Pemprov DKI Jakarta, mulai disalurkan ke masyarakat sejak 14 Mei lalu sampai 22 Mei mendatang. Bansos tersebut diberikan ke 2,4 juta keluarga miskin dan rentan terdampak Covid-19. Gubernur Jakarta Anies Baswedan mengatakan, bantuan langsung diberikan ke rumah-rumah. Baik mereka yang ber-KTP DKI atau pun KTP non DKI yang bermukim di Jakarta.
     
“Kami menyampaikan apresiasi kepada aparat TNI-Polri yang membantu pendistribusian bansos langsung ke rumah warga," tulisnya.
    
Anies mengungkapkan, Pemprov DKI Jakarta bersinergi dengan Kementerian Sosial menyalurkan bansos tahap dua ini ke rumah-rumah. "Saat terjadi pandemi, interaksi fisik antar orang harus dikurangi. Demi memutus mata rantai virus corona. Itu sebabnya diberlakukan #PSBBJakarta. Bagi warga yang tidak memiliki tabungan dan kondisi ekonomi pas-pasan, bantuan pangan amat dibutuhkan," ujarnya.
    
Terkait hal ini, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, pada pembagian bansos tahap pertama, pihaknya dan Kemensos telah menyepakati jatah pembagiannya. DKI Jakarta membagikan bansos kepada 853.196 KK. Sedangkan sisanya 1,3 juta KK, pembagiannya dilakukan oleh Kemensos.
    
Ahmad Riza mengatakan, jumlah penerima bansos kali ini naik dibanding pembagian tahap awal pada April lalu. Angkanya naik setelah DKI memverifikasi ulang datanya. Karena banyak warga Jakarta yang berkategori mampu mendapatkan bantuan tersebut. “Datanya setelah kami perbaiki, menjadi 931.831 KK untuk penerima bansos tahap dua,” ujarnya.
    
Di sisi lain, lanjut Wagub DKI, Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) juga melakukan pendataan di lapangan. Mereka mendata masyarakat yang ekonominya terdampak pandemi Covid-19, namun belum mendapatkan bansos tahap pertama.
    
Mereka bekerja sebagai ojek pangkalan, ojek online, supir bajaj, supir taksi, nelayan, sopir angkot, pengemudi bus, pemegang Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) dan sebagainya. “Dari pendataan itu jumlahnya bertambah 277.997 KK,” jelasnya.    

Baca juga : Anies Yang Berencana, Jokowi Yang Batalkan

Menurut Riza, di waktu yang hampir bersamaan, perangkat RT dan RW juga mengajukan data warganya berkategori miskin dan rentan miskin untuk mendapatkan bansos. Jumlah KK yang diajukan adalah 943.368 KK. Bila ditotal, jumlah penerima bansos di Jakarta tahap dua mencapai 2.153.196 KK.
    
Sementara, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Zita Anjani meminta Pemprov DKI Jakarta untuk lebih teliti dalam pembagian bansos kepada seluruh kepala keluarga (KK) yang terkena dampak Covid-19.
    
Dia berharap, tak ada lagi laporan ihwal kesalahan data penerima. Sehingga ada rakyat yang tak mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah. “Saya berharap, warga tidak ada yang merasa belum mendapatkan haknya lagi. Petugas tetap perhatikan protokol kesehatan. RT/RW pastikan bansos terdistribusi dengan baik. Warga tunggu saja di rumah masing-masing. Jangan ada yang berkumpul di satu tempat,” kata Zita. [MRA]

Baca juga : Gubernur Anies Copot Plt Kepala Dinas Pariwisata

    
    

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.