Dark/Light Mode

Banyak Siswa Tak Lanjut Sekolah

Diskresi Gubernur Bisa Selesaikan Polemik PPDB

Jumat, 17 Juli 2020 07:53 WIB
Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2020/2021 di Madrasah Aliyah Annajah Jakarta beberapa waktu lalu. (Foto: Dwi Pambudo/RM)
Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2020/2021 di Madrasah Aliyah Annajah Jakarta beberapa waktu lalu. (Foto: Dwi Pambudo/RM)

 Sebelumnya 
Disdik DKI menyarankan kepada orangtua peserta didik agar turut berpartisipasi mendaftarkan anak-anaknya mengikuti program Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus ketika memutuskan bersekolah di swasta. Tujuannya, agar biaya pangkal ataupun biaya Sumbangan Pembiayaan Pendidikan (SPP) yang dibebankan sekolah kepada peserta didik dapat ditanggung sebagian oleh Pemprov DKI melalui APBD.

“Beberapa juga sudah kita bantu nego bagi anak yang tidak mampu sudah dianggarkan KJP-nya untuk SPP. Makanya kami arahkan (orangtua peserta didik) kalau anak-anak yang tidak mam-pu sebaiknya ke sekolah yang pembiayaannya tidak jauh dari subsidi KJP,” tandas Nahdiana.

Selain itu, dia mengklaim bahwa pelaksanaan PPDB tahun 2020 telah berhasil menghapus stigma adanya sekolah favorit dan non-favorit.

Baca juga : Begini Cara BP Jamsostek Layani Klaim Peserta Selama Pandemi

Berdasarkan hasil rekapitulasi Disdik, jumlah peserta didik yang telah diterima dalam seluruh rangkaian PPDB DKI tahun ajaran 2020/2021 yang terbagi ke dalam 10 jalur seleksi untuk daya tampung jenjang Sekolah Dasar (SD) sebesar 99.392 orang, Sekolah Menengah Pertama (SMP) 79.075 orang, Sekolah Menengah Atas (SMA) 31.964 orang, dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 19.233 orang.

Rinciannya, dalam jalur seleksi inklusi SD 230 orang, SMP 1.209 orang, SMA 87 orang, dan SMK 151 orang. Jalur prestasi non akademik untuk SD kosong, SMP 1.874 orang, SMA 945 orang, serta SMK 457 orang.

Selanjutnya jalur seleksi afirmasi terbagi dua golongan yaitu anak panti dan anak tenaga kesehatan yang gugur akibat Covid-19, untuk SD 27 orang, SMP 101 orang, SMA 104 orang, SMK 56 orang.

Baca juga : PSBB Transisi Diperpanjang, Sekolah Dipastikan Belum Buka

Kemudian jalur seleksi zonasi kelurahan telah terjaring peserta didik SD sebanyak 68.176 orang, SMP 30.541 orang, SMA 12.518 orang serta SMK kosong.

Lalu, Jalur Zonasi Provinsi hanya tercatat di tingkat SD sebesar 15.355 orang sementara jenjang pendidikan lainnya terhitung kosong.Jalur seleksi prestasi akademik untuk tingkat SD terhitung kosong, SMP 12.617 orang, SMA 5.133 orang, SMK 10.148 orang.

Jalur seleksi luar DKI terhitung SD 3.902 orang, SMP 2.811 orang, SMA 1.093 orang, SMK 682 orang. Sedangkan, jalur selek-si pindah tugas orangtua dan anak guru untuk tingkat SD sebanyak 347 orang, SMP 467 orang, SMA 496 orang, serta SMK 45 orang.

Baca juga : Penyaluran CSR Tepat Guna, Sebuah Pengalaman di PT PII

Terakhir, jalur seleksi Zonasi Bina RW dinyatakan tidak diisi oleh peserta didik SD dan SMK. Jalur tersebut hanya menjaring peserta didik SMP sebanyak 4.307 orang dan SMA 2.393 orang.

Kemudian, dalam seleksi tahap akhir telah diperoleh siswa SD sebanyak 3.592 orang, SMP 7.963 orang, SMA 2.288 orang, serta SMK 1.244 orang.“Sehingga total jumlahnya untuk SD kami (Dinas Pendidikan) menampung 92.728 peserta, untuk SMP 78.453 peserta, untuk SMA 31.739 peserta dan untuk SMK 18.988 (peserta),” terang Nahdiana. [MRA]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.