Dewan Pers

Dark/Light Mode

Selama Pandemi Corona

Ciptakan Inovasi Kurikulum Pendidikan Dong

Senin, 26 Oktober 2020 06:49 WIB
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Zita Anjani. (Istimewa)
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Zita Anjani. (Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Zita Anjani mendorong semua pihak untuk menciptakan inovasi pendidikan. Sebab, tidak menutup kemungkinan pandemi Corona masih berlangsung lama.

‘’Saya kira kita perlu segera menciptakan inovasi kurikulum pendidikan di masa pandemi,’’ saran Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Zita Anjani.

Dia menilai, belajar di rumah selama pandemi bisa berpengaruh buruk terhadap perkembangan peserta didik. Pasalnya, peserta didik dibiarkan begitu saja dengan dunia internet, tapi minim pengawasan dari orang tua dan guru.

Berita Terkait : Kembangin Usaha Di Masa Pandemi, KKP Dorong Generasi Milenial

Zita menawarkan beberapa solusi strategis untuk sektor pendidikan di masa kenormalan baru. Yakni, proses belajar secara online dengan pendampingan dari guru bagi masyarakat yang memiliki akses gadget dan internet serta pengawasan orang dewasa dan inovasi kurikulum.

Selain itu, pihaknya juga menawarkan belajar dengan jarak dengan mendatangkan guru ke rumah atau komunitas di lingkungan, seperti kantor Rukun Warga (RW), Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) dan lainnya.

“Belajar dengan jarak itu dibutuhkan bagi siswa yang tidak memiliki akses gadget dan internet,’’ jelasnya.

Berita Terkait : Peserta BPJS Dibiayai Negara, Orang Kaya Bayar Sendiri Dong

Terakhir, lanjut politisi yang berkantor di Jalan Kebon Sirih itu, belajar di sekolah di saat zona semua hijau. Ini juga tetap memerlukan inovasi kurikulum.

Sebelumnya, kaum ibu menilai bahwa sekolah daring tidak efektif jika terus menerus dilakukan. Sebab, mempengaruhi kesehatan mental anak.

Berdasarkan survei yang dilakukan Lotte Choco Pie Indonesia bekerja sama dengan Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA ditemukan bahwa terjadi beberapa kemunduran pada anak didik akibat sekolah online.

Berita Terkait : Sumbawa Butuh Pemimpin Cerdas Yang Bisa Kurangi Pengangguran

Sebanyak 65,7 persen ibu-ibu menilai anakanak menjadi sulit diatur. Kemudian, sebanyak 68,4 persen ibu-ibu menilai antuasiasme dan minat anak kendor.
 Selanjutnya