Dark/Light Mode

Kepatuhan Warga Jakarta Jalani Prokes Kian Turun

Sudah 612 Klaster Keluarga Kena Covid, Tiap Pekan Naik

Selasa, 9 Februari 2021 06:00 WIB
Petugas medis melakukan tes usap Covid-19 secara lantatur atau layanan tanpa turun di Genomik Solidaritas Indonesia Laboratorium, Cilandak, Jakarta, Senin (4/1/2021). (Foto: ANTARA/Wahyu Putro A)
Petugas medis melakukan tes usap Covid-19 secara lantatur atau layanan tanpa turun di Genomik Solidaritas Indonesia Laboratorium, Cilandak, Jakarta, Senin (4/1/2021). (Foto: ANTARA/Wahyu Putro A)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kepatuhan warga Jakarta menerapkan protokol kesehatan (prokes) kian menurun. Kondisi ini menyebabkan lonjakan angka penularan Covid-19. Pekan lalu saja, kasus positif kembali pecah rekor dengan angka 4.213 orang dalam satu hari.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia menyebut, kepatuhan warga menjalani prokes 3M, yaitu memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak, kendor. 

Penurunan ini tercatat oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Unicef dan relawan yang melakukan pengamatan dalam sepekan terakhir. Menurut Dwi, kepatuhan warga disiplin memakai masker sepekan terakhir ini mencapai 68 persen. Perilaku menjaga jarak 58 persen dan mencuci tangan 25 persen. 

Turunnya kedisiplinan masyarakat berimbas pada meningkatnya jumlah kasus Covid-19 di Ibu Kota.

Berita Terkait : Demi Lindungi Keluarga, Jangan Bosan Lakukan 3M Ya

“Pada Minggu (7/2) kasus positif nambah 4.213 orang di Ibu Kota. Ini rekor baru,” kata Dwi dalam keterangannya, kemarin. 

Berdasarkan data terkini Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, telah dilakukan tes PCR (Polymerase Chain Reaction) sebanyak 19.533 spesimen. Dari jumlah tes tersebut, 17.813 orang dites PCR untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 4.213 positif dan 13.600 negatif. 

Sementara, untuk rata-rata tes PCR per 1 juta penduduk sebanyak 262.980. Jumlah orang yang dites PCR sepekan terakhir sebanyak 114.429. 

Untuk distribusi kasus, papar Dwi, Jakarta Timur paling banyak yakni 1.530 kasus, disusul Jakarta Selatan 785 kasus, Jakarta Pusat 519 kasus, Jakarta Utara 477 kasus, Jakarta Barat 470 kasus dan Kepulauan Seribu sebanyak 3 kasus.

Berita Terkait : 824 Warga Palestina Positif Corona, 14 Meninggal, 528 Sembuh

Sedangkan, terdaftar pasien beralamat di luar DKI Jakarta sebanyak 340 kasus dan alamat tidak dilaporkan sebanyak 89 kasus. 

Dwi mengungkapkan, klaster keluarga terus meningkat dari minggu ke minggu. Sebanyak 612 klaster keluarga dengan 1.643 kasus positif teridentifikasi pascalibur Natal dan Tahun Baru yang mayoritas berasal dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta dan Banten. 

“Penularan di keluarga dan komunitas mendominasi, meski persentase warga keluar rumah menurun menjadi 52 persen. Kendati demikian, kasus tetap tinggi,” tambahnya. 

Ada pun jumlah kasus aktif di Jakarta turun 175 kasus, sehingga jumlah kasus aktif sampai hari ini sebanyak 23.869 orang yang masih dirawat/isolasi.

Berita Terkait : Jika Tak Serius Jalani Prokes PPKM Mikro Bakalan Sia-sia

Sedangkan, jumlah kasus konfirmasi secara total di Jakarta sampai hari ini sebanyak 293.825 kasus. 

Dari jumlah total kasus tersebut, total orang dinyatakan telah sembuh 265.369 dengan tingkat kesembuhan 90,3 persen dan total 4.587 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,6 persen. Sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 2,7 persen. 
 Selanjutnya