Dark/Light Mode

Masih Banyak Yang Abai Protokol Kesehatan

Kerumunan, Sumber Bencana Kasus Positif Covid Meroket

Sabtu, 5 Desember 2020 06:40 WIB
Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito. (Foto: Satgas Covid-19)
Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito. (Foto: Satgas Covid-19)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sinkronisasi data pusat dan daerah menjadi salah satu penyebab angka kasus positif Covid-19 harian mencapai 8.369 pada Kamis, (3/12). Angka yang luar biasa horor.

Kenaikan angka kasus positif Covid-19 harian yang bikin ngeri itu diklarifikasi oleh Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito.Dia bilang, penyebab meroketnya kasus positif harian Covid-19 karena masalah sinkronisasi data pusat dan daerah yang belum optimal.“Saat ini, sinkronisasi data pusat dan daerah terus dioptimalkan oleh Kementerian Ke sehatan (Kemenkes),” ujar Wiku dalam keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 di Graha BNPB, yang disiarkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (3/12).

Baca juga : DKI Panen Virus Corona

Wiku mencontohkan Papua. Kata dia, pada Kamis (3/12), Papua melaporkan kasus terkonfirmasi positif sebanyak 1.755 kasus. Padahal, kasus tersebut merupakan akumulasi penambahan kasus positif Covid-19 sejak 19 November hingga 3 Desember 2020. “Kepada daerah yang masih memiliki per bedaan data, kami imbau melakukan konsolidasi data secara langsung dengan pemerintah pusat dan pemerintah daerah sesegera mungkin,” imbuh Wiku.

Kendati begitu, menurut Wiku, penambahan kasus Covid-19 sekarang sudah tidak bisa ditoleransi. Soalnya, kata dia, sebelum-sebelumnya, untuk angka kasus positif Covid-19 harian, belum pernah mencapai angka di atas 5.000. “Ini angka yang sangat besar dan tidak bisa ditolerir,” tegasnya.

Baca juga : Belanja Konsumen Susut, Kasus Covid-19 Melonjak

Menurut Wiku, terus meningkatnya penambahan kasus positif Covid-19 menandakan bahwa masyarakat kian mengabaikan protokol kesehatan. Kelalaian ini berdampak sangat fatal.Wiku meminta masyarakat kembali mene-rap kan disiplin protokol kesehatan. Jangan me nunggu kasus harian semakin tidak terkendali untuk dapat disiplin terhadap diri sendiri.“Target ini tidak akan menjadi sulit jika se mua orang sadar betul bahwa kita tidak sedang dalam keadaan baik-baik saja,” ujarnya.

Wiku yakin, baik Satgas maupun masyarakat tidak ingin terus menerus berada dalam situasi sulit akibat pandemi Covid-19.Dia pun meminta seluruh pihak bekerja sama menerapkan protokol kesehatan, yakni mencuci tangan secara teratur, memakai masker dengan benar dan menjaga jarak (3M).
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.