Dark/Light Mode

Penumpang Rame-rame Protes Via Medsos

Layanan Stasiun Tanah Abang Diubah, Nyusahin Transitter Aje

Selasa, 4 Mei 2021 06:25 WIB
Suasana Stasiun Tanah Abang pascarekayasa perjalanan KRL di Jakarta, Senin (3/5/2021). (Foto: ANTARA/Galih Pradipta)
Suasana Stasiun Tanah Abang pascarekayasa perjalanan KRL di Jakarta, Senin (3/5/2021). (Foto: ANTARA/Galih Pradipta)

 Sebelumnya 
Berdasarkan pantauan, akhir pekan ini kondisi Tanah Abang amat padat. Bahkan, pada Minggu (2/05), pengunjung mencapai 100 ribu. Di luar pasar, ribuan kendaraan baik roda dua maupun roda empat, memenuhi jalan sekitar pasar. Ditambah, parkiran motor dan PKL di sepanjang jalan, kemacetan lalu lintas kian menjadi.

Di dalam pasar, kondisinya tak kalah penuh. Hiruk pikuk pengunjung mencari baju baru untuk Lebaran berlangsung hampir di semua blok. Pengunjung berdesakan di lapak-lapak pakaian dan busana. Membludaknya pengunjung Pasar Tanah Abang berimbas pada padat dan panjangnya antrean di Stasiun KRL Tanah Abang, Jakarta Pusat. Khususnya sore hari, antrean penumpang dari Pasar Tanah Abang sudah mulai mengular.

Baca juga : Lazada Amanah Tawarakan Produk Muslim Terkurasi

Untuk menunjang kebijakan ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyediakan armada bus Transjakarta. “Untuk alternatif, Pemprov DKI Jakarta menyediakan bus Transjakarta yang beroperasi dari Jalan Jati Baru,” kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Di Twitter, kebijakan rekayasa layanan di Stasiun Tanah Abang ditolak pelanggan. Pasalnya, para transitter, sebutan bagi penumpang KRL yang transit di Tanah Abang menjadi kesulitan. “Rekayasa ini nyusahin banget bagi para transitter terutama yang setiap hari transit ngandelin KRL jalur barat. Lebih baik aturan ini direvisi. Boleh tutup akses keluar masuk di Stasiun Tanah Abang pada jam yang telah ditentukan, tetapi jangan sampai nasib transitter diabaikan. Keputusan ini akan mengakibatkan penumpukan di Stasiun Karet, Palmerah dan Duri,” cuit akun @afbhasan12.

Baca juga : Kemenhub Serahterimakan Tanah Dan Bangunan Di Pelabuhan Tanjung Redeb

“Lebih baik tutup akses keluar masuk Stasiun Tanah Abang. KRL di saat jam sibuk tetap melayani. Dengan catatan hanya melayani penumpang transit saja,” sarannya. Menurutnya, dengan hanya Transjakarta 8C saja, tidak dapat mengurai banyaknya pengguna KRL jalur Rangkas terutama saat jam pulang kerja.

Akun @beela64 juga menyesalkan kebijakan ini. “Tolong dipertimbangkan sarannya. Pintu masuk saja yang ditutup. Kami pulang pergi kerja gini transit Tanah Abang. Atau mau nyediain jalur langsung Bogor?” tanya dia diamini @hettyNH. “Benar tidak efisien yang dirugikan transitter,” protesnya.

Baca juga : Abaikan Prokes Dalam Pencatatan Nikah, Kepala KUA Tanah Abang Dimutasi

Tweeps @risaw19 menegaskan, jam tersebut adalah jam pulang kantor. Masih ada banyak pekerja kantoran yang sangat bergantung dengan transit melalui Stasiun Tanah Abang.

“Sebaiknya aturan ini diberlakulan pada hari Sabtu dan Minggu. Kalau diberlakulan setiap hari kasihan juga para pekerja. Sebab, yang turun naik di Stasiun Tanah Abang pada hari biasa lebih banyak para pekerja,” timpal @Kirai5.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.