Dark/Light Mode

Anies Apresiasi Istiqlal Tak Gelar Shalat Id

Selasa, 11 Mei 2021 23:55 WIB
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan

RM.id  Rakyat Merdeka - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengapresiasi Masjid Istiqlal yang tidak melaksanakan Shalat Idul Fitri 1442 Hijriah tahun ini. Sebab, penularan Covid-19 masih terjadi.

Anies menyebut, langkah yang dilakukan pengelola Masjid Istiqlal sejalan dengan kesepakatan seluruh Kepala Daerah Jabodetabek-Cianjur untuk menganjurkan ibadah Shalat Idul Fitri di rumah atau di halaman yang jika memungkinkan, dan bisa dilaksanakan di masjid setempat dengan penerapan protokol kesehatan.

"Saya sangat apresiasi kepada pengelola Masjid Istiqlal karena tidak mengadakan ibadah salat Idul Fitri terbuka untuk umum. Sehingga ini menjadi contoh bagi yang lain dan untuk masyarakat sholat di masjid di sekitar rumahnya," ujar Anies seperti dikutip Antara, Selasa (11/5).

Menurut Anies, kebijakan yang diambil pengurus Masjid Istiqlal sesuai arahan Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy agar Shalat Idul Fitri di Istiqlal dibatalkan adalah hal yang positif.

Berita Terkait : Sambut Idul Fitri, Signify Jadikan Masjid Istiqlal Jakarta Bersinar

Anies menilai, jika Masjid Istiqlal tetap mengadakan ibadah Shalat Id, maka potensi jamaah yang mendatangi lokasi tersebut akan berasal dari tempat jauh, karena tempatnya di daerah perkantoran dan fasilitas umum.

"Kami sampaikan apresiasi dan berharap ini menjadi contoh bagi masjid-masjid raya yang lain bahwa kita memprioritaskan warga yang shalat Id di dekat rumahnya, di kampungnya, maka tidak bepergian jauh," kata Anies.

Pengelola masjid juga diharapkan tidak secara khusus menyelenggarakan secara besar yang berpotensi penularan. "Karena itu, sikap Masjid Istiqlal yang merupakan masjid nasional untuk meniadakan salat Idul Fitri kami sangat apresiasi," kata Anies.

Imam Besar Masjid Istiqlal sekaligus Ketua Harian Badan Pengelola Masjid Istiqlal (BPMI), Nasaruddin Umar menambahkan, keputusan tersebut diambil berdasarkan hasil simulasi serta koordinasi antara KH Nasaruddin Umar dengan Dewan Pengarah BPMI, yang anggotanya meliputi Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhajir Effendy, Menteri Sekretariat Negara Pratikno, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan dan Ketua MUI KH Miftachul Akhyar.

Berita Terkait : PSI Khawatir Aturan SIKM Bingungkan Masyarakat

"Kami juga sudah melakukan simulasi dan koordinasi dengan Dewan Pengarah BPMI, maka keputusan ini kita ambil guna menjaga keselamatan dan kesehatan masyarakat dari penyebaran Covid-19," ujar Nasaruddin Umar. 

Karena itu, Imam Besar juga menghaturkan maaf kepada para jamaah dan berdoa semoga ke depannya kita bisa kembali melaksanakan salat berjamaah dengan aman dan nyaman.

"Kita tahu jamaah sudah merindukan untuk melakukan salat disini, tapi keadaan belum memungkinkan. Semoga ke depannya kita bisa segera melaksanakan salat berjamaah di Masjid Istiqlal," ujarnya.

Selain itu, Nasaruddin Umar juga menyampaikan terima kasih kepada para jamaah yang sudah selalu beribadah selama Ramadan di Masjid Istiqlal.

Baca Juga : FIFGroup Bagikan Bingkisan Lebaran Untuk Warga Dan Mitra

"Terima kasih kepada masyarakat semua yang senantiasa mematuhi protokol kesehatan di Masjid Istiqlal, karena sejak diselenggarakannya ibadah selama Ramadan di Masjid Istiqlal, tidak ada isu adanya klaster baru," katanya. [MFA]