Dark/Light Mode

Pemprov DKI Lagi Cocokin Data Penerima Dengan Kemensos

Buruan Cairin BST, 99.763 Warga Belum Kebagian Nih

Rabu, 21 Juli 2021 06:30 WIB
Warga menunjukkan uang bantuan sosial tunai atau BST usai mengambil di ATM Bank DKI, Jakarta, Selasa (20/7/2021). (Foto: Antara/Rivan Awal Lingga)
Warga menunjukkan uang bantuan sosial tunai atau BST usai mengambil di ATM Bank DKI, Jakarta, Selasa (20/7/2021). (Foto: Antara/Rivan Awal Lingga)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sebanyak 99.763 keluarga tak mampu belum mendapatkan Bantuan Sosial Tunai (BST) tahap 5 dan 6 untuk Mei dan Juni 2021 sebesar Rp 600 ribu. Pasalnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta masih melakukan pencocokan data Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan Kementerian Sosial (Kemensos).

Kepala Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta Premi Lasari mengatakan, pencairan BST tahap 5 dan 6 bagi 907.616 KPM sudah dilakukan sejak Senin (19/7). Besaran nominal yang diterima masyarakat sama seperti BST sebelumnya, Rp 300 ribu per bulan.

“BST tahap 5 dan 6 atau Mei dan Juni 2021 diberikan sekaligus dua bulan senilai Rp 600 ribu,” ujar Premi.

Berita Terkait : Pemprov DKI Awasi Ketat Sektor Esensial Dan Kritikal Saat PPKM Darurat

Dalam penyaluran BST tahap 5 dan 6, terdapat 1.007.379 KPM sebagai penerima. Namun, Dinas Sosial masih mencocokkan data penerima BST Provinsi DKI Jakarta dengan data penerima BST Kemensos. Sehingga, sementara dilakukan penyaluran bantuan untuk 907.616 KPM.

“Jika pemadanan data sudah selesai, selebihnya akan dicairkan minggu depan. Kami mohon bersabar atas adanya pemadanan ini,” pinta Premi.

Bila terdapat duplikasi dengan data penerima BST Kemensos, penerima bantuan tersebut akan otomatis tereliminasi.

Baca Juga : Wagub Lukman Abunawas Layak Nyalon Pilgub Sultra

Rinciannya, di Jakarta Pusat terdapat 50.526 KPM, Jakarta Utara 181.367 KPM, Jakarta Selatan 142.029 KPM, Jakarta Timur 457.250 KPM, Jakarta Barat 73.948 KPM dan Kepulauan Seribu ada 2.496 KPM.

“Penerima BST dapat langsung melakukan penarikan melalui mesin ATM Bank DKI terdekat. Tetap patuhi protokol kesehatan (prokes), menggunakan masker, bawa hand sanitizer, jaga jarak dan jangan berkerumun,” ujar Premi.

Jika terdapat penyalahgunaan bantuan saat pencairan maupun penyaluran bantuan sosial, masyarakat dapat mengadukan ke Dinas Sosial melalui aplikasi JAKI (Jakarta Kini), kanal Citizen Relations Management (CRM) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta (media sosial @DKIJakarta), website corona.jakarta.go.id atau menghubungi Call Centre BST 021-22684824.
 Selanjutnya