Dark/Light Mode

Apresiasi Polda Metro Jaya

Anies: Penyelundup Tabung Oksigen Penjahat Kemanusian

Selasa, 27 Juli 2021 19:37 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerima tabung oksigen hasil pengungkapan importasi ilegal Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat di Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Selasa (27/7). (Foto: Antara)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerima tabung oksigen hasil pengungkapan importasi ilegal Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat di Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Selasa (27/7). (Foto: Antara)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menerima tabung oksigen hasil pengungkapan importasi ilegal Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat di Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Selasa (27/7).

Secara simbolis, penyerahan 138 buah tabung oksigen itu dilakukan Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Penyerahan ini disaksikan Pangdam Jaya Mayjen Mulyo Aji dan jajaran Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.

Dalam sambutannya, Gubernur Anies memaparkan kondisi Jakarta yang sedang menuju keluar dari fase genting. Untuk itu, dalam kesempatan tersebut, Anies mengajak semua pihak tak kendor menerapkan protokol kesehatan dan mengurangi mobilitas di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di Jakarta.

"Kita bersyukur setahap demi setahap masalah pandemi di Jakarta terurai. Tetapi perjuangan kita belum selesai. Kita harus menuntaskan, menyampaikan pesan bahwa kerja kolektif seluruh rakyat untuk mengurangi mobilitas sudah menunjukkan dampak yang positif terhadap pengendalian wabah," imbau Anies, Selasa (27/7).

Baca juga : Elnusa Bantu Tabung Oksigen Buat Karyawan dan Masyarakat

Meski demikian, Anies juga memaparkan bahwa kasus aktif di Jakarta masih di angka 51.000. Artinya, masih ada yang dirawat maupun yang melakukan isolasi mandiri. Sehingga mereka membutuhkan perawatan serta fasilitas.

Karenanya, Anies mengapresiasi jajaran Polda Metro Jaya yang telah berhasil mengungkap penyelundupan tabung oksigen ilegal. Sebab tabung-tabung tersebut sejatinya sangat dibutuhkan masyarakat yang tengah dalam perawatan maupun yang menjalani isolasi mandiri.

"Oleh karenanya, saat Polda Metro Jaya mengungkap dan menindak kasus ini, di sini adalah fasilitas tabung oksigen, maka kita menyambut baik. Kita mengapresiasi dan terima kasih kepada Polda Metro Jaya," ungkap Anies.

Selain mengapresiasi, Anies juga meminta kepada Polda Metro Jaya untuk memberikan hukuman kepada para penjahat kemanusiaan yang merupakan pelaku penyelundupan. Karena di masa genting seperti ini masih mengambil keuntungan dengancurang yang membahayakan masyarakat yang sedang dirawat maupun petugas di lapangan.

Baca juga : Sinergi Subholding Gas Salurkan Bantuan 50 Tabung Oksigen Ke RS UGM

"Pandemi ini membuka mata kita, ribuan petugas di rumah sakit berusaha  menyelamatkan, ribuan petugas di lapangan mengurangi mobilitas, dan ribuan lainnya merawat mereka yang isoman. Tetapi, di sisi lain, kita saksikan orang yang melakukan importasi ilegal, mereka ini berseberangan, ada pahlawan kemanusiaan ada juga penjahat kemanusian, orang yang mencari keuntungan dengan curang saat seperti ini," tegas Anies.

"Alhamdulillah, Polda  bertindak cepat. Ini mengirimkan pesan kepada semua, jangan sekali-kali menjadi penjahat kemanusian di saat kita berjuang menuntaskan Covid-19," imbaunya.

Terkait tabung oksigen yang diserahkan kepada Pemprov DKI Jakarta, nantinya, Pemprov DKI Jakarta akan menyalurkan tabung-tabung oksigen tersebut ke Puskesmas. Karena bentuk tabung yang kebanyakan kecil, secara mobilitas dapat dengan mudah disalurkan untuk membantu yang tengah isolasi mandiri di bawah pengawasan Puskesmas.

"Kami ingin memastikan oksigen ini dapat menyelamatkan warga Jakarta," pungkasnya.

Baca juga : Asyik, Ada 8,8 Juta Pekerja Yang Bakal Dapat Subsidi Gaji

Sementara itu, Kapolda Metro Jaya, Irjen Fadil Imran menjelaskan, secara runtut kejadian pengungkapan hingga akhirnya tabung oksigen tersebut diserahkan kepada Pemprov DKI Jakarta.

"Kami menemukan adanya penyalahgunaan mekanisme importasi dengan modus operandi memalsukan jenis barang, teman-teman penyidik mengungkap dari hilir hingga hulu. Ada indikasi sekelompok orang melakukan impor tapi tak sesuai ketentuan dan kami telah bekerja sama dengan Bea Cukai dan memastikan aktivitas tersebut ilegal," paparnya.

Dikatakannya, ada 138 tabung oksigen yang sudah dilakukan survei dan penelitian, layak untuk dimanfaatkan di faskes. Namun, agar formilnya terpenuhi, pihaknya tetap lakukan penyisihan dan berita acara barang bukti pengganti.

"Lalu melakukan proses lelang, dan tabung ini dibeli oleh Bank Nasional Indonesia yang kemudian diserahkan ke Polda sebelum akhirnya kami serahkan ke Pak Gubernur," pungkasnya. [FAQ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.