Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Cerita Zaky, Anak Pedagang Plastik Pasar Boyolali Yang Lulus Cum Laude Dari ITB
Rabu, 31 Juli 2024 10:16 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Musholizaky Aflahal Mu’min, mahasiswa Teknik Metalurgi Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2020, baru saja meraih kelulusan dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,99.
Zaky, sapaan akrabnya, menunjukkan dedikasi luar biasa dalam menuntut ilmu, meski berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.
Ia adalah salah satu penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar-Kuliah (KIP-K). Anak pertama dari tiga bersaudara. Ibunya seorang pedagang plastik di Pasar Boyolali, Jawa Tengah.
Sejak kecil, Zaky memang sudah bercita-cita kuliah di ITB, terinspirasi dari gurunya yang juga alumni ITB. Meskipun awalnya tertarik pada astronomi, Zaky akhirnya memilih Teknik Metalurgi setelah mengikuti kegiatan kaderisasi wilayah dari FTTM dan terpengaruh oleh IG D.Sc.(Tech.) Imam Santoso, S.T., M.Phil.
Baca juga : Tersangka WN China Dibawa Ke Bareskrim
"Akhirnya memutuskan untuk mengambil jurusan Teknik Metalurgi," kata Zaky, dilansir laman ITB.
Ia mengatakan, kualitas dosen ITB dan lingkungan kampus selama ini sangat mendukung proses belajarnya. “Tinggal sebisa mungkin kita di perkuliahan mendengarkan dengan maksimal,” tuturnya.
Ia juga menambahkan bahwa metode belajarnya yang melibatkan mengajarkan materi kepada teman-temannya terbukti efektif. Metode ini cocok dengan beberapa temannya.
"Kebetulan beberapa teman saya ada yang gaya belajarnya itu mendengarkan. Saling melengkapi. Saya bisa mengajarkan teman saya mengenai materi kuliah, dan saya juga mendapatkan timbal balik karena teman saya yang mendengarkan itu, dia mendengarkan lebih jeli penjelasan dosen dibandingkan saya. Jadi, saya juga bisa mendapatkan masukan,” ujarnya.
Baca juga : Menhub Minta Semua Unsur Pastikan Arus Balik Berjalan Lancar
Terkait pembelajaran, Zaky menekankan pentingnya belajar dengan penuh cinta. Pertama, cinta kepada materi pelajaran.
Menurutnya, kemampuan seseorang untuk mempelajari suatu materi sangat bergantung pada respons terhadap materi tersebut. “Dengan cinta perlahan-lahan kita bisa memahami pelajaran,” ujarnya.
Kedua, cinta kepada orang tua yang telah memberikan dukungan dari berbagai hal, baik material, doa, dan lainnya. “Jangan sampai jerih payah orang tua sia-sia karena kita kurang bersemangat dalam belajar sehingga kurang berprestasi,” tambahnya.
Ketiga, cinta kepada dosen. Karena dosen sudah mempersiapkan kuliah dengan sangat baik, mulai dari materi hingga penjelasan di kelas.
Baca juga : Rencana Pramuka Tak Lagi Wajib, Kemenko PMK Pastikan Demi Kesetaraan Ekskul Lain
"Kita sebagai mahasiswa harus mendengarkan dengan baik dan sebisa mungkin aktif di kelas,” tuturnya.
Selain prestasi akademik, Zaky juga aktif dalam kegiatan nonakademik. Ia terlibat dalam Ikatan Mahasiswa Metalurgi (IMMG) ITB dan menjabat sebagai Kepala Departemen Akademik di tahun terakhir perkuliahannya.
Zaky juga berpartisipasi dalam International Process Metallurgy Conference (IPMC) dan meraih juara 2 dalam Case Study Competition The 18th Metallurgy and Materials Week 2023 yang digelar MNMS UI.
Zaky berpesan kepada teman-temannya untuk selalu mengingat pengorbanan orang tua ketika lelah dalam belajar. “Ingat jerih payah orang tua yang sudah bekerja untuk sudah memfasilitasi kita dan pastinya sudah mendoakan untuk kesuksesan kita,” pesannya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya