Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Ke Tokyo Gas, KSP Dan Pertagas Petik 3 Hal Penting Turunkan Emisi Karbon
Rabu, 14 Juni 2023 17:29 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Target Indonesia menurunkan 23 persen emisi karbon pada 2030 terus dikebut. Salah satunya lewat bisnis Liquefied Natural Gas (LNG) atau gas alam cair di Indonesia.
Deputi I Kepala Staf Kepresidenan Febry Calvin Tetelepta meminta Pertamina Gas mempercepat pengembangakan bisnis LNG sebagai clean energy atau energi bersih dalam mengurangi emisi karbon.
Selain agar target emisi karbon berkurang hingga 29 persen pada 2030 tercapai, juga target Net Zero Emission (NZE) atau nol emisi karbon pada 2060 bisa terealisasi.
“Saya berharap kedepannya PT Pertagas juga dapat memiliki roadmap dalam mencapai NZE," kata Febry di gedung Bina Graha Jakarta, Rabu (14/6).
Baca juga : KSP Harap PT Pertagas Miliki Peta Jalan Untuk Capai Net Zero Emission
Febry kemudian merujuk pada hasil kunjungan kerjanya bersama PT Pertagas ke salah satu perusahaan gas di Jepang, yakni Tokyo Gas, pada Senin (12/6) lalu.
Kunjungan tersebut untuk melihat secara langsung upaya Tokyo Gas dalam mencapai Net Zero Emission (NZE) pada 2050.
Febry mengungkapkan, dalam mencapai NZE, Tokyo Gas melakukan tiga hal. Pertama dekarbonisasi dengan penggunaan teknologi energi tingkat lanjut CCUS, e-Metana, dan Hidrogen.
Kedua, memastikan ketahanan pasokan energi dengan diversifikasi sumber energi termasuk sumber energi terbarukan.
Baca juga : Erick: Tampil Lawan Palestina Harus All Out, Tunjukkan Siapa Kita!!
Ketiga, memanfaatkan infrastruktur eksisting secara efektif dengan mengintrodusir teknologi e-Metana, sehingga bisa meminimalkan tambahan biaya sosial.
“Belajar dari sini, sangat terbuka jika kedepannya Tokyo Gas dapat berkolaborasi dengan PT Pertagas dalam pengembangan teknologi energi bersih maupun investasi lainnya di sektor gas,” tutur Febry.
“Terlebih Indonesia mentargetkan bauran energi baru dan terbarukan sebesar 23 persen pada 2025,” pungkasnya.
Sebagai Informasi, Net Zero emission (NZE) atau nol emisi karbon adalah kondisi dimana jumlah emisi karbon yang dilepaskan ke atmosfer tidak melebihi jumlah emisi yang mampu diserap oleh bumi.
Baca juga : DKI Pugar Dan Percantik Lima Pasar Tradisional
Indonesia sendiri sudah memiliki roadmap dalam mencapai NZE pada 2060.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya