Dark/Light Mode

Ini Tips Mahasiswa UNAIR Bisa Kuliah Satu Semester Di University Of Groningen

Selasa, 6 Agustus 2024 21:28 WIB
Ini lho mahasiswa UNAIR yang berhasil mendapatkan beasiswa kuliah satu semester di University of Groningen, Belanda. Foto: UNAIR
Ini lho mahasiswa UNAIR yang berhasil mendapatkan beasiswa kuliah satu semester di University of Groningen, Belanda. Foto: UNAIR

RM.id  Rakyat Merdeka - Muhammad Raiyan Fajri, mahasiswa Akuntansi Universitas Airlangga (UNAIR), berhasil meraih kesempatan emas untuk mengenyam pendidikan di University of Groningen, Belanda. 

Melalui program beasiswa Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA), Raiyan akan menempuh pendidikan di salah satu universitas terkemuka di Eropa selama satu semester.

"Sebagai mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), saya sangat tertarik mempelajari perkembangan bisnis di Eropa, terutama manajemen inovasi dan kebijakan publik," ujar Raiyan. 

"Termasuk manajemen inovasi dan kebijakan publik di sana yang berbeda dari Indonesia," sambungnya.

Baca juga : 2 Mahasiswa China Dapat Beasiswa Vivo Indonesia di President University

Motivasi besar Raiyan mengikuti program ini adalah untuk memperdalam pengetahuan dan memperluas wawasan tentang bisnis di luar negeri. Terutama bidang kuliner.

Selain aspek akademis, Raiyan juga bersemangat untuk bertukar budaya dengan masyarakat internasional. Raiyan yang memiliki hobi kuliner ini ingin mengenalkan dan mempelajari berbagai aspek kuliner dari sudut pandang budaya Belanda. 

"Saya ingin memperkenalkan berbagai aspek budaya Indonesia, seperti kuliner maupun tarian, yang mungkin belum dikenal secara luas," tuturnya.

"Hal ini didukung dengan hobi saya dalam kuliner. Sehingga dapat saling berbagi budaya, sekaligus mempelajari aspek-aspek budaya Belanda," lanjut Raiyan.

Baca juga : Mahasiswa Bakal Stres Mikirin Utang

Dalam proses pendaftaran IISMA, Raiyan menghadapi berbagai tantangan. Persiapan tes bahasa Inggris dan penulisan esai dilakukan jauh hari.

Pasalnya, tahun 2024 ini, peserta wajib menulis empat esai dengan topik berbeda. Kemudian, kriteria penilaiannya mulai dari jawaban esai hingga gramatika penulisan.

"Menunda penulisan dapat membuat esai kita terlihat kurang maksimal. Karena itu, dengan mencicil esai sejak awal, kita dapat menghindari terburu-buru dan memiliki waktu untuk merevisi," jelas Raiyan.

Persiapan administrasi, seperti SKCK dan surat bebas narkoba, juga menjadi aspek penting. Raiyan menekankan pentingnya memperhatikan jadwal dan tenggat waktu pengumpulan berkas sesuai ketetapan IISMA. 

Baca juga : 109 Mahasiswa Indonesia Lulus Dari Universitas Al-Ahgaff Yaman

"Pengumpulan terlambat dapat mempengaruhi proses pendaftaran Anda. Oleh karena itu, sebaiknya urus berkas-berkas tersebut lebih awal," ucapnya.

Menurutnya, tahap seleksi wawancara juga merupakan bagian krusial dalam proses seleksi IISMA. Meskipun IPK dan tes bahasa Inggris menjadi penilaian penting di awal, menurutnya, esai dan wawancara adalah faktor penentu akhir dalam proses seleksi.

"Oleh karena itu, pastikan kalian benar-benar memanfaatkan dan memaksimalkan dalam tahap tersebut," pesannya.

Raiyan juga menyadari pentingnya peran teman dalam proses persiapan. "Meminta bantuan teman untuk latihan wawancara, mengoreksi esai, maupun program mentoring IISMA lainnya, akan sangat membantu persiapan kalian," kata Raiyan menutup penjelasannya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.