Dewan Pers

Dark/Light Mode

Usut Keterlibatan Mu'min Ali Gunawan Dalam Kasus Suap Pajak, KPK Butuh Perkuat Alat Bukti

Rabu, 17 Nopember 2021 17:43 WIB
Gedung Bank Panin. (Foto: Ist)
Gedung Bank Panin. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan akan mendalami keterlibatan bos PT Bank Pan Indonesia (Panin) Mu'min Ali Gunawan dalam kasus dugaan suap pengurusan perpajakan.

Nama Mu'min Ali kembali disebut-sebut dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, pada Selasa (16/11) kemarin.

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata memastikan, pihaknya akan mendalami keterlibatan Mu'min Ali Gunawan dalam pengurusan dugaan suap perpajakan. Pendalaman ini, akan dilakukan tim jaksa penuntut umum (JPU) dari saksi-saksi yang dihadirkan di persidangan.

Berita Terkait : Dirut Bank Panin Beberkan Kaitan Mu'min Ali Gunawan Dengan Penyuap Dua Pejabat Pajak

"Tentu akan kita dalami dengan keterangan saksi yang lain, dan kalau ada dokumen itu lebih bagus, tentu akan lebih memperkuat alat bukti," ujar Alex di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (17/11).

Menurut Alex, selain fakta yang diungkapkan saksi, untuk menguatkan alat bukti pihaknya membutuhkan dokumen-dokumen untuk mencari tahu sejauh mana keterlibatan Mu'min Ali. Tetapi sejauh ini, para saksi yang dihadirkan baru sebatas mendengar kalau Mu'min Ali tahu terkait persoalan pajak Bank Panin.

"Kalau katanya kan susah, jadi tahu sendiri kan. Saksi itu dia mendengar, melihat, dan mengetahui sendiri, bukan mendengarkan dari orang lain," ungkap Alex. "Nanti begitu kita konfirmasi ke orangnya 'bener kamu suruhan itu?' 'nggak pak' nah susah juga. Jadi, masih katanya kan," imbuhnya.

Berita Terkait : Orang Kepercayaan Mu'min Ali Gunawan Dicecar Hakim Soal Pengurusan Pajak Bank Panin

Dalam persidangan yang digelar pada Selasa (16/11) kemarin, Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK menelisik dugaan keterlibatan Mu'min Ali Gunawan dalam pengurusan pajak Bank Panin.

Hal ini didalami Jaksa KPK kepada Direktur Utama PT. Bank Panin, Herwidayatmo. Herwidayatmo mengaku selalu melaporkan pengendalian keuangan kepada Mu'min Ali. Termasuk juga nilai wajib Bank Panin.

"Setiap pengeluaran ataupun pembelian apakah juga dikendalikan atau dilaporkan ke Pak Mumin Ali?," tanya Jaksa KPK. "Ada aturan mekanisme pengeluaran biaya," jawab Herwidayatmo saat bersaksi dalam sidang kasus dugaan suap perpajakan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (16/11).

Berita Terkait : Eks Gubernur Kepri Diperiksa KPK Dalam Kasus Cukai Pelabuhan Bintan

Mendengar pernyataan Herwidayatmo, Jaksa KPK pun mencecar apakah setiap laporan keuangan sampai kepada pemegang saham Bank Panin, Mu'min Ali Gunawan. Hal ini pun diamini oleh Herwidayatmo. "Itu kan SOP, apakah sampai ke Pak Mumin Ali? Sepengetahuan dia?," telisik Jaksa KPK. "Tidak sedetil itu," ungkap Herwidayatmo.
 Selanjutnya