Dewan Pers

Dark/Light Mode

Upah Buruh Cuma Naik 13 Ribu

Ganjar Diomelin

Senin, 22 Nopember 2021 09:12 WIB
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo (Foto: Dok. Pemprov Jateng)
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo (Foto: Dok. Pemprov Jateng)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) Jateng tahun 2022 sebesar 1.812.935, atau hanya naik Rp 13 ribu (0,78 persen) dibanding 2021. Kenaikan UMP Jateng yang seencrit itu, tertuang dalam Keputusan Gubernur (SK) Jateng tentang Penetapan UMP, yang diteken Ganjar, kemarin.

“Keputusan gubernur ini mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 2022,” kata Ganjar.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jateng, Sakina Rosellasari menjelaskan, penetapan UMP ini telah didasari perhitungan formula dari Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021 Pasal 26 dan angka inflasi dari Badan Pusat Statistik (BPS).

Berita Terkait : Dana Otsus Naik, KSP Minta Tolong Jangan Dikorupsi

Buruh kecewa dengan keputusan Ganjar ini. Soalnya, dua hari sebelumnya, saat menemui perwakilan Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI), di Kantor Gubernur, Semarang, Ganjar berjanji akan mengkaji penetapan UMP dengan menggunakan formula ganda. Yaitu, UMP untuk perusahaan yang terdampak pandemi dan yang tidak. Bagi perusahaan yang terdampak, menggunakan UMP sesuai aturan pemerintah. Sementara perusahaan yang tidak terdampak, penetapan UMP bisa jauh lebih tinggi.

Sekjen KSPI Jateng, Aulia Hakim mengatakan, pihaknya kecewa dengan kenaikan upah yang sudah ditetapkan tersebut. Keputusan Ganjar justru lebih rendah yang dikeluarkan Kementerian Ketenagakerjaan: 1,09 persen.

Ia menegaskan, seharusnya Ganjar melihat kondisi buruh di lapangan yang mengalami kesulitan. “Gubernur itu jabatan politis yang dipilih rakyat. Mereka punya konstituen. (Gubernur bertugas) menyejahterakan rakyatnya," ungkap Hakim.

Berita Terkait : Kasus Positif Cuma Naik 683, Kasus Sembuh Terendah Di 2021

Di dunia maya, warganet ikutan menumpahkan unek-uneknya ke Ganjar. "Tega banget Pak. Naik Rp 13 ribu, cuma bisa buat beli tisu," keluh akun @feriAzis.

Akun @dahlanahmad menilai, UMP Jateng itu benar-benar terlalu. Ia lalu membandingkan dengan UMP DKI Jakarta sebesar Rp 4,4 juta dan Bekasi bisa sampai Rp 5 juta. "Duh gimana sih Pak. Kasihan para buruh. Prihatin," ujar @adin_legal.

Sementara, akun @edi70ginting menyatakan, rendahnya kenaikan itu menambah buram nasib buruh. “Kajau begini, kapan buruh bisa hidup sejahtera. Harga naik tinggi, gaji naik seuprit," kicaunya. "Rp 13 ribu buat beli bakso semangkok aja kurang," timpal @tukangscroll. [BCG]