Dark/Light Mode

Yakin Covid Jadi Endemi

Rakyat Indonesia Kekebalannya Super

Rabu, 24 November 2021 07:00 WIB
Pakar Bioteknologi, Bimo Ario Tejo saat menjadi narasumber dalam Focus Group Discussion (FGD) bersama Rakyat Merdeka, Selasa (23/11/2021). (Foto: YouTube RakyatMerdeka TV)
Pakar Bioteknologi, Bimo Ario Tejo saat menjadi narasumber dalam Focus Group Discussion (FGD) bersama Rakyat Merdeka, Selasa (23/11/2021). (Foto: YouTube RakyatMerdeka TV)

 Sebelumnya 
“Hal ini lah yang menyebabkan beberapa epidemiolog, seperti Pak Pandu Riono, yakin sekali gelombang ketiga itu tidak akan datang,” lanjut Bimo.

Dasarnya, sebut dia, dari hasil sero survei di Jakarta, 70 persen lebih kebal. Hasil dari infeksi alami dan vaksin. Sedangkan secara nasional, datanya belum dirilis. “Insya Allah pemerintah akan mengumumkan data berapa persen penduduk Indonesia yang sudah memiliki antibodi, baik dari kekebalan alami maupun dari vaksinasi,” imbuhnya.

Fenomena kekebalan super di Indonesia, juga terjadi di India. Meskipun mobilitas warga sudah meningkat, bahkan lebih tinggi dari sebelum pandemi, kasus Coronanya juga tidak ikut naik. “India, Indonesia dan Inggris. Jadi ada tiga negara,” sebut ilmuwan asal Indonesia yang ngajar di negeri jiran itu.

Baca juga : 3,5 Juta Vaksin Pfizer Dari Paman Sam Tiba Di Indonesia

Sementara Singapura tidak mendapatkan kekebalan super, mereka hanya mendapatkan kekebalan vaksin. Meskipun demikian, strategi yang dipakai Singapura juga ada bagusnya. Salah satunya, gejala yang ditimbulkan ringan. Hanya 1 persen yang masuk rumah sakit. Namun, tetap saja kasus Corona di Singapura maupun di Malaysia akan melambat penurunannya, karena tidak adanya kekebalan super itu.

Kendati demikian, kekebalan super yang didapat oleh Indonesia saat ini harus dibayar mahal ketika ledakan kasus di gelombang kedua. “Angka kematian tinggi, rumah sakit penuh nyaris kolaps. Itu resikonya,” sebutnya.

Namun hebatnya kekebalan super ini bersifat jangka panjang. Berbeda dengan kekebalan yang hanya diperoleh dari vaksinasi.

Baca juga : BNI Smart Trade Siap Jembatani Indonesia Dan Dunia

Tapi ia juga meminta agar rakyat Indonesia tidak jumawa. Karena kekebalan super ini juga bisa menjadi tidak super ketika masuknya virus varian baru. Selain itu, kekebalan super ini juga tidak abadi. Lambat laun, dari segi antibodi juga akan menurun. Untungnya ada yang bertahan yakni sel memori, yang akan melindungi dari sakit berat dan kematian.

Ia lalu mengibaratkan antibodi dan sel memori ini seperti pagar dan pintu rumah. “Perlindungan dari antibodi itu seperti pagar di luar rumah. Lama-lama pagar itu lapuk. Lalu pencuri bisa masuk. Tapi ada perlindungan dari dalam yaitu pintu, pintu ini perlindungannya agak lama, bisa tahunan,” urai Bimo.

Semoga saja, pagar dan pintu di negara kita tetap kokoh menghadang gempuran Corona. Amin. [SAR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.