Dewan Pers

Dark/Light Mode

Ajeg Berkarya, Guru Agama Buddha Asal Kendal Ini Masuk Nominasi ASN Inspiratif

Kamis, 25 November 2021 10:05 WIB
Widi Astiyono bersama Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo. (Foto : Kemenag)
Widi Astiyono bersama Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo. (Foto : Kemenag)

RM.id  Rakyat Merdeka - Konsistensi Widi Astiyono dalam mengajar Guru Agama Buddha SDN 2 di Plososari Paten, Kendal, Jawa Tengah membuahkan hasil. Ia berhasil masuk sebagai nominator 25 ASN Inspiratif 2021.  

Ini untuk ketiga kalinya Widi berhasil masuk dalam gelaran yang rutin diselenggarakan setiap tahun  oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB).

Ia pertama kali berhasil masuk dalam nominasi pada 2018. Kala itu, Widi berhasil masuk sebagai 52 nominator terbaik ASN Inspiratif.  

Berita Terkait : Negara-negara Asia Tenggara Sepakat Majukan Literasi Dan Promosi Bahasa

Tak patah semangat, Widi pun mencoba peruntungannya di tahun berikutnya. Ia pun berhasil masuk sebagai 40 nominator ASN Inspiratif di 2019.

Dua tahun berselang, tahun ini Widi pun berhasil menjadi satu-satunya perwakilan Kementerian Agama dalam 25 nominator ASN Inspiratif.  Keputusan ini ditetapkan, berdasarkan seleksi tahap I yang diikuti 1.621 peserta se-Indonesia. 

“Mengabdi sebagai guru wiyata bakti di SD waktu itu sama sekali tak ada honor. Hanya dari SMP saya mendapat honor sebesar Rp25.000,00 (dua puluh lima ribu rupiah),” ungkap Kang Widi.

Berita Terkait : 35 Persen Karyawan Dirumahkan, Ini Penjelasan Lion Air Group

Perjalanan yang ia lalui pun tak mulus. Ia mengenang, pada 2003 ia pernah merasa amat terpuruk paska  mengalami kecelakaan motor.

“Itu menyebabkan cacat pada kaki saya. Saya yang dulu gagah dan bisa bermain bola, suka dengan olahraga lari, jelajah alam, bisa panjat pohon, tiba-tiba menjadi cacat dan berjalan pincang. Selama delapan bulan saya harus berjalan menggunakan tongkat dan malu untuk ke luar rumah,” kisah Kang Widi. 

“Namun, saya merenung dan kemudian bangkit. Saya bangkit setelah merenungi kehidupan dengan penuh rasa syukur. Walau kaki saya cacat, namun secara fisik saya masih utuh. Saya masih punya kesempatan untuk terus belajar dan berbuat baik,” imbuhnya. 

Berita Terkait : Keluarga, Penentu Utama Kesuksesan Vaksinasi Lansia

Kehidupannya mulai membaik ketika pada 2004 Kang Widi mendaftar tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS)  untuk formasi Guru Pendidikan Agama Buddha melalui Kantor Departemen Agama Kabupaten Kendal.
 Selanjutnya