Dark/Light Mode

Gandeng KPK, Kadin Harap Oknum Pejabat Ngeri Pungut 'Susu Tante' Pada Pengusaha

Kamis, 25 November 2021 12:01 WIB
Ketua MPR Bambang Soesatyo. (Foto: Ist)
Ketua MPR Bambang Soesatyo. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kepala Badan Hubungan Penegakan Hukum, Pertahanan dan Keamanan Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Bambang Soesatyo (Bamsoet) menginginkan pejabat di Indonesia bebas dari jeratan kasus korupsi.

Pengusaha, dinilai Bamsoet sebagai objek pungutan dalam proyek yang dikerjakan pejabat. Para pengusaha ini mengalami dilema setiap hendak menerima proyek negara yang ditawarkan pejabat.

Berita Terkait : KPK Tindaklanjuti Permintaan Luhut Untuk Berantas Mafia Pelabuhan

"Dikasih salah, nggak dikasih salah. Dikasih masuk penjara, nggak dikasih, nggak dapat proyek," ujar Bamsoet di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, Kamis (25/11).

Karena itu, Kadin menggandeng KPK. Keduanya meneken nota kesepahaman alias Memorandum of Understanding (MoU) dengan komisi pimpinan Firli Bahuri cs itu dalam hal pemberantasan dan pencegahan korupsi.

Berita Terkait : Peringati Hari Pahlawan, Sahabat Ganjar Beri Santunan Kepada Para Veteran

"Kita harapkan kerjasama ini membuat orang jadi sungkan atau ngeri kalau minta 'susu tante' pada para pengusaha, terutama anggota Kadin. Susu tante itu, sumbangan sukarela tanpa tekanan, tapi nekan," tegas Ketua MPR itu. [OKT]