Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Anggota Komisi I DPR, Dave Laksono ikut berkomentar. Dia berpesan, Andika mesti turun gunung memberikan pemahaman tentang moralitas terhadap prajuritnya.
"Yang utama adalah peningkatan moralitas prajurit di wilayah. Agar dapat selalu menahan hawa nafsu, dan tetap bersikap profesional dalam bertugas," ujar politisi muda Partai Golkar ini, kemarin.
Baca juga : Dave Laksono: Andika Kudu Turun Gunung, Kasih Pemahaman Soal Moralitas
Dave bersyukur, angka yang dipaparkan Andika adalah data selama 10 tahun terakhir. Sebagian besar sudah dirawat sehingga tidak menyebarkan penyakit tersebut. "Bila mau lihat lebih dalam, harus lihat jumlah kasus aktif saat ini dan seberapa besar tren kenaikannya. Harus dilihat juga, di wilayah mana mereka terjangkit," jelasnya.
Dia berharap, Andika terus memantau kondisi kesehatan prajuritnya. Juga, meminta Andika memberikan pengertian terhadap masyarakat tentang penyakit yang dialami prajuritnya. "Mereka yang kena, jangan langsung dikucilkan. Harus dirawat dengan baik supaya bisa sembuh. Insya Allah," ujar putra Agung Laksono itu.
Baca juga : Ngumumin 1.826 Prajuritnya Kena HIV/AIDS, Andika Nggak Malu-malu
Sementara itu, pengamat intelijen dan keamanan dari UIN Jakarta, Robi Sugara menyarankan Andika mencarikan solusi atas permasalahan ini. Sebab, jika dibiarkan, bisa membahayakan kepercayaan dari masyarakat.
"Kalau terinfeksi karena penyebaran endemi, jangan disanksi. Tapi kalau karena seks bebas, harus disanksi itu," saran Direktur Eksekutif Indonesian Muslim Crisis Center (IMCC) ini. [UMM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya