Dewan Pers

Dark/Light Mode

Survei Polmatrix Indonesia

Kepuasan Publik Terhadap Jokowi Nanjak 80,1 Persen

Minggu, 5 Desember 2021 12:17 WIB
Hasil survei kepuasan publik terhadap kepemimpinan Presiden Jokowi oleh Polmatrix Indonesia. (Foto: Ist)
Hasil survei kepuasan publik terhadap kepemimpinan Presiden Jokowi oleh Polmatrix Indonesia. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Temuan survei Polmatrix Indonesia menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap kepemimpinan Presiden Jokowi mencapai 80,1 persen. Mereka yang menyatakan tidak puas hanya sebanyak 18,4 persen, dan sisanya tidak tahu atau tidak jawab 1,5 persen.

"Kepuasan publik terhadap Jokowi mencapai rekor tertinggi, lebih dari 80 persen," ungkap Direktur Eksekutif Polmatrix Indonesia Dendik Rulianto dalam press releasenya di Jakarta, Minggu (5/12).

Menurut Dendik, tingginya kepuasan publik tidak bisa dilepaskan dari pemulihan pasca-gelombang kedua Covid-19 yang berlangsung sangat cepat. Dibandingkan dengan negara-negara tetangga, Indonesia paling cepat berhasil menurunkan kurva penularan virus.

Berita Terkait : Survei Polmatrix Indonesia: Prabowo Dan Ganjar Capres Terkuat

Sejak awal pandemi, Jokowi memilih opsi untuk menyeimbangkan antara krisis kesehatan dan dampak sosial ekonomi yang ditimbulkan. Terakhir, Jokowi memutuskan penerapan PPKM level 1-4 untuk menekan mobilitas masyarakat selama merebaknya gelombang kedua.

Pemerintah juga menggenjot Vaksinasi Covid-19 ntuk mempercepat terbentuknya herd immunity. Kewajiban menunjukkan sertifikat vaksinasi agar dapat masuk ke pusat-pusat kegiatan ekonomi mendorong masyarakat untuk bersedia divaksin.

Berbarengan dengan itu, peran Indonesia di mata dunia semakin strategis setelah Jokowi menerima jabatan presidensi G20 dalam konferensi tingkat tinggi (KTT) di Roma, Italia. Jokowi juga hadir dalam KTT perubahan iklim (COP26) di Glagsow, Inggris.

Berita Terkait : PDI Perjuangan Di Puncak Klasemen, PSI Stabil

"Pemulihan pasca-gelombang kedua Covid-19 dan makin dipercayanya Indonesia oleh dunia berdampak pada tingginya kepuasan publik terhadap kepemimpinan Presiden Jokowi," tandas Dendik.

Di sisi lain, masih banyak kritik terhadap pemerintah yang dilontarkan oleh para pegiat masyarakat sipil. Meskipun demikian, pemerintah memilih untuk merespons dan terbuka untuk memperbaiki kebijakan yang dianggap keliru.

"Pemerintah harus bisa menjaga momentum tingginya kepuasan publik, di tengah ancaman gelombang ketiga dan munculnya varian baru Omicron," pungkas Dendik.

Berita Terkait : Jelang Piala AFF, Timnas Indonesia Gelar Latihan Perdana Di Singapura

Sebagai catatan, pemerintah berencana kembali memperketat PPKM menjelang Natal dan Tahun Baru.

Survei Polmatrix Indonesia dilakukan pada 21-30 November 2021 kepada 2.000 responden mewakili 34 provinsi. Metode survei adalah multistage random sampling (acak bertingkat) dengan margin of error survei sebesar ±2,2 persen dan pada tingkat kepercayaan 95 persen. [MRA]