Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Emil Dardak: Demokrasi Ketimuran Harus Dilandasi Kesantunan
Rabu, 8 Desember 2021 20:13 WIB
Sebelumnya
Biaya Mahal
Demokrasi Ditambahkannya, pandemi Covid-19 memunculkan infodemi dimana teknologi to some extent justru membuat semuanya semakin rumit. Sayangnya teknologi yang seharusnya memudahkan dan memurahkan semua hal, ini tidak terjadi di dunia politik.
Menurut catatan Litbang Kemendagri dan Kompas, biaya untuk menjadi wakil rakyat atau pemimpin sangat besar. Biaya untuk calon bupati atau wali kota mencapai Rp 20-30 milar, sementara calon gubenrur sekitar Rp 20-100 miliar. Untuk calon legislator, mecapai di atas Rp 100 miliar padahal tingkat suksesinya di pemilu 2019 hanya sekitar 7,5 persen saja.
Baca juga : Urgensi Kesehatan Lingkungan (2)
Sementara untuk menjadi lurah di desa ataupun ketua RW di perkotaan, seseorang harus memiliki modal minimal Rp 20-40 juta. Padahal kasus korupsi terus meningkat.
"Mungkin sistem politik kita harus diubah agar bagaimana pembiayaannya dan enforcementnya bisa lebih efektif. KPK mencatat di Pemkab dan Pemkot ada 409 kasus korupsi selama tahun 2014-2019, sebanyak 105 kepala daerah ditangkap. Sistem saat ini menyebabkan biayanya sangat mahal dan akhirnya membuat banyak pemimpin yang bekerja tidak untuk melayani publik dan malah melayani kepentingan sponsor. Inilah kegagalan sistem demokrasi kita yang pelru terus dikritik," kata dia.
Pakar Politik dan Hubungan Internasional Prof. Hikmahanto Juwana menyatakan setidaknya ada dua hal yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kualitas demokrasi di Indonesia. Pertama mengubah pola piker bahwa untuk memenangkan pemilihan harus dilakukan dengan kecurangan.
Baca juga : Proklamasi Kemerdekaan Indonesia Seperti Fathul Makkah
Kedua, perlu adanya law enforcement terkait kait kebebasan pers saat ini dimana banyak media menyebarkan informasi hoaks.
Whats Viral adalah festival kreatif di Indonesia. Tempat individu-individu disrupsi dan trendsetter berbagi, berdiskusi, dan memancing ide-ide segar dan berwawasan luas. What's Viral siap menjadi pusat kreatif dari semua pemangku kepentingan di industri, berkumpul untuk menumbuhkan talenta pemula dan membangun ekosistem yang dapat mengatasi apa pun yang mungkin terjadi di masa depan.
What's Viral bertujuan menyatukan orang-orang dari berbagai disiplin ilmu dalam satu hub hybrid. Menciptakan ruang inklusif, dan semua dapat berkomunikasi serta menginspirasi satu sama lain tanpa batasan, membuka jalan bagi ide-ide inovatif yang akan membentuk masa depan.
Baca juga : SDM Unggul Dan Literasi Sejak Dini Kunci Indonesia Maju
What's Viral hadir untuk menjadi surga kreatif yang menghubungkan dan memberdayakan komunitas kreatif bangsa, sehingga mereka dapat melepaskan bahkan melampaui potensinya. [MRA]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya