Dewan Pers

Dark/Light Mode

DKPP Ajak Mahasiswa Pelototi Pemilu

Awas, Demokrasi Penuh Muatan Liberal Dan Kapital

Minggu, 28 November 2021 06:45 WIB
Anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI, Prof Teguh Prasetyo. (Foto: Dok. DKPP)
Anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI, Prof Teguh Prasetyo. (Foto: Dok. DKPP)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) mengajak mahasiswa mewaspadai munculnya muatan negatif dari demokrasi langsung di Indonesia. Muatan itu bisa berupa liberalisasi dan kapitalisasi. Keduanya membuat demokrasi menjadi mahal.

Demikian disampaikan Anggota DKPP Prof Teguh Prasetyo dalam keterangan resminya.

Berita Terkait : PTUN Tolak Gugatan Kubu KLB Deli Serdang, Demokrat: Ini Kemenangan Rakyat!

Demokrasi kita penuh dengan muatan kapital dan liberal, tidak heran berbiaya tinggi. Kondisi ini tidak bisa dibiarkan begitu saja,” ujar Teguh.

Guru Besar Filsafat Hukum Universitas Pelita Harapan (UPH) ini menilai, selain muatan kapital dan liberal, demokrasi langsung saat ini tidak pernah lepas dari ujaran kebencian, berita bohong atau hoaks, isu Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA), serta politik uang. Padahal hal ini bisa merusak cita-cita demokrasi Pancasila.

Berita Terkait : Komisaris Pelindo Jasa Maritim Cek Operasional Pelabuhan Belawan Sumut

“Demokrasi ini bukan ruang hampa. Kalau hampa, maka yang masuk adalah kapitalisme dan liberalisme. Harus dikasih konten atau muatan positif, salah satunya Pancasila,” jelasnya.

Pancasila, sambung Teguh, merupakan perwujudan dari demokrasi yang takut dengan Tuhan, menjunjung tinggi kemanusiaan, keanekaragaman, kemurnian suara, serta kesejahteraan rakyat. Sebab itu, mahasiswa harus menjunjung tinggi demokrasi Pancasila.

Berita Terkait : Pelaku Usaha Ekonomi Kreatif Didorong Adaptif Dengan Inklusi Keuangan Digital

Teguh juga menegaskan, DKPP sebagai satu kesatuan fungsi penyelenggaraan Pemilu di Indonesia akan terus menjaga marwah etika penyelenggara dalam menegakan demokrasi. Pihaknya tidak akan ragu menindaklanjuti laporan masyarakat termasuk mahasiswa.
 Selanjutnya