Dark/Light Mode

BIN Geber Vaksinasi Di 14 Provinsi: Dari Aceh Hingga Bali

Vaksinasi Hambat Penularan Omicron

Sabtu, 11 Desember 2021 07:50 WIB
Kepala BIN, Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawan turun langsung ke daerah-daerah memantau vaksinasi secara door to door, kepada para pelajar dan lansia. (Foto: BIN)
Kepala BIN, Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawan turun langsung ke daerah-daerah memantau vaksinasi secara door to door, kepada para pelajar dan lansia. (Foto: BIN)

 Sebelumnya 
Bahkan, BIN juga menjamah pulau-pulau terpencil. Kabinda Babel, Imam Santoso mengatakan pihaknya menggelar vaksinasi di Desa Selat Nasik, Kabupaten Belitung sebagai komitmen melayani masyarakat.

“Jarak tempuh ke pulau-pulau terluar dan terpencil hampir 4 jam perjalanan laut. Namun demikian tidak menyurutkan niat tim kami untuk melayani vaksinasi bagi masyarakat di daerah tersebut,” jelas Imam.

Baca juga : Bos BI: Distribusi Vaksin Merata Kunci Pemulihan Ekonomi Dunia

Di tempat terpisah, Anggota Tim Pakar Universitas Lambung Mangkurat (ULM) untuk Percepatan Penanganan Covid-19 Hidayatullah Muttaqin SE, MSI, Pg.D mengatakan, vaksinasi Covid-19 dapat menghambat penularan varian Omicron yang kini sudah menyebar di 42 negara.

“Posisi Indonesia sangat rentan dimasuki varian Omicron dengan capaian vaksinasi masih relatif rendah dibandingkan dengan negara-negara maju yang sudah melewati 70 persen,” terang Hidayatullah di Banjarmasin, Kalsel, Jumat.

Baca juga : Hadapi Nataru Makin Tenang

Menurut Muttaqin, penularan varian Omicron kemungkinan risiko lebih besar dihadapi penduduk yang belum divaksinasi, berusia lanjut dan memiliki komorbid.

Kabar Baik Dari WHO

Baca juga : Gelar Vaksinasi Turun Desa, BIN Sasar Masyarakat Pedalaman Kalsel

Terkait Omicron, asil penelitian yang dilakukan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan Omicron tak seganas Delta.

Penyebaran Omicron memang mengkhawatirkan. Data dari WHO menunjukkan, varian ini sudah menyebar ke-57 negara. Namun, meski Omicron mudah menyebar, WHO menyebut gejala yang ditimbulkan Omicron termasuk ringan.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.