Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Swedia Pesta Gol 5-1 ke Gawang Tunisia
- S3 Ilmu Hukum Universitas Borobudur Tawarkan Pendidikan Berkualitas Berstandar Internasional
- PLN EPI Dorong CBG dari Limbah Sawit untuk Kurangi Emisi dan LNG
- Khofifah Ajak Alumni FH Unair Buka Peluang Magang Bagi Mahasiswa
- Tampung 245.980 Murid Baru, Disdik DKI SPMB Objektif, Transparan dan Inklusif
Kabar Dari Calon Ibu Kota Negara
Banjirnya Lebih Parah Dari DKI
Minggu, 19 Desember 2021 07:30 WIB
Sebelumnya
“Pemerintah seharusnya berhati-hati terhadap kondisi geologis. Ini menjadi PR (pekerjaan rumah) yang harusnya diduluin sebelum menentukan titik nol,” katanya.
Persoalan banjir di PPU ini sempat jadi perhatian Menteri Perancanaan dan Pembangunan Nasional atau Bappenas, Suharso Monoarfa. Dia memastikan wilayah yang akan menjadi lokasi IKN di Kalimantan Timur terbebas dari banjir.
Baca juga : Dirut IFG: Dari Olahraga, Saya Banyak Belajar Kerja Sama Tim
Sementara itu, kejadian banjir di PPU ini jadi sorotan warganet. Influencer Said Didu langsung mengomentari berita terkait. “Calon Ibu Kota,” cuit @msaid_didu, sambil menautkan link berita terkait.
Akun @baalfin ikutan menyindir. Kara dia, yang namanya ibukota itu memang harus banjir. Sekarang di Jakarta sudah jarang banjir. “Makanya harus dipindah ke Kaltim agar budaya banjir pada IKN tetap lestari,” ucapnya. Akun @bintangku206 sampai geleng-geleng kepala mengetahui calon ibukota banjir. “Ibukota belom pindah, banjirnya pindah duluan,” cuit @dewising.
Baca juga : Wali Kota Bogor Bima Arya Dihukum Push Up 50 Kali
“Mau menghindar banjir Jakarta ternyata ibu kota baru juga langganan banjir,” kicau tokoh Papua Christ Wanea, di akun @putrawadapi.
Sementara akun @herypur86 mengatakan belum tentu daerah yang banjir itu wilayah yang akan dijadikan ibu kota baru. Kata dia, luas kabupaten Penajam Paser Utara itu sama dengan 1 provinsi di Jawa. “Yakin kamu tidak tahu persis di mana wilayah banjir dan di mana IKN,” ujarnya. [BCG]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya