Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Kesehatan kembali mencatat tambahan 11 kasus baru Omicron di Indonesia, berdasarkan hasil whole genome sequencing (WGS) pada Jumat (24/12).
Dengan demikian, total kasus terkonfirmasi Omicron di Indonesia tembus 19 orang.
Baca juga : Mahfud MD Bangga Indonesia Punya Satbravo-90
Sebelas kasus konfirmasi baru Omicron merupakan kasus impor yang berasal dari pelaku perjalanan internasional yang baru kembali dari Turki, Jepang, Korea Selatan, dan Arab Saudi.
Saat ini semuanya menjalani karantina di Jakarta. Kesebelas kasus tersebut adalah:
- DAH, laki-laki, 58 th, dari Turki
- NAN, laki-laki, 21 th, dari Turki
- SS, laki-laki, 53th, dari Turki
- ADS, laki-laki, 49 th, dari Turki
- NF, perempuan, 59 th, dari Turki
- ASPP, laki-laki, 21 th, dari Turki
- R, laki-laki, 33 th, dari Jepang
- AW, laki-laki, 32 th, dari Korea Selatan
- RP, laki-laki, 40 th, dari Jepang
- W, laki-laki, 44 th, dari Jepang
- I, laki-laki, 28 th, dari Arab Saudi
Baca juga : Ada Tambahan Kasus Dari Malaysia Dan Nigeria, Total Omicron RI Jadi 8
Terkait hal tersebut, Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmidzi menyampaikan, temuan kasus Omicron di pintu negara menunjukkan hasil penguatan surveilans dan peningkatan pemeriksaan WGS.
Terutama, bagi pasien dari pelaku perjalanan yang terkonfirmasi positif. Sehingga, langkah penanganan dapat dilakukan dengan cepat.
Baca juga : Permudah Layanan, BP Jamsostek Gandeng Pos Indonesia
Nadia menghimbau masyarakat, agar tetap waspada dengan penyebaran Omicron yang sangat cepat, menunda perjalanan ke luar negeri, dan disiplin menjalankan protokol kesehatan, serta segera mengikuti vaksinasi Covid-19.
“Kesadaran diri untuk tidak bepergian terlebih dahulu harus dilakukan. Apalagi, di tengah suasana libur Natal dan Tahun Baru. Ini penting bagi kita untuk saling menjaga satu sama lain,” tegas Nadia. [HES]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya