Dewan Pers

Dark/Light Mode

Jutaan Orang Tinggalkan Jakarta

Urusan Liburan, Rakyat Tak Bisa Dilarang-larang

Minggu, 26 Desember 2021 06:50 WIB
Ilustrasi. Antrean kendaraan menuju jalur wisata Puncak di tol Jagorawi, Gadog, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. (Foto: Antara)
Ilustrasi. Antrean kendaraan menuju jalur wisata Puncak di tol Jagorawi, Gadog, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. (Foto: Antara)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sudah jauh-jauh hari masyarakat diimbau tidak liburan di momen libur Natal dan Tahun Baru. Apalagi, virus Corona varian Omicron sudah masuk ke Tanah Air. Namun, kalau urusan liburan, rakyat memang susah untuk dilarang-larang. Terbukti, jutaan orang pergi tinggalkan Jakarta untuk berliburan.

Sampai kemarin, warga yang pergi tinggalkan Jakarta lewat jalur darat saja, sudah mencapai 1,2 juta orang. Data ini terpantau dari banyaknya kendaraan yang lewat jalur Cikampek dari arah Jakarta. Total kendaraan yang keluar dari Jabodetabek merupakan angka kumulatif arus lalu lintas (lalin) dari empat gerbang tol (GT) utama.

Berita Terkait : Gubernur Jateng Ganjar Pranowo Siap Amankan Natal Dan Libur Akhir Tahun

“Total volume lalin yang meninggalkan wilayah Jabodetabek ini naik 7,6 persen jika dibandingkan lalin normal periode November 2021 dengan total 1.186.349 kendaraan,” kata Corporate Communication & Community Development Group Head Jasa Marga, Dwimawan Heru dalam keterangan resmi, kemarin.

Mereka meninggalkan Jakarta untuk menuju tiga lokasi. Yaitu terdapat 587.503 kendaraan menuju arah timur, 398.923 kendaraan menuju arah barat, dan 289.582 kendaraan menuju arah selatan.

Berita Terkait : Jalan Trans Papua Segera Dibangun

Selain dengan kendaraan pribadi, warga yang pergi ke luar kota dengan kereta api juga meningkat selama Nataru ini. KAI Daop 1 mencatat jumlah keberangkatan penumpang di Stasiun Pasar Senen mencapai 7.800 orang dengan 21 perjalanan kereta api. Sementara di Stasiun Gambir, keberangkatan penumpang mencapai 6.600 orang dengan 29 perjalanan kereta api.

Melihat jumlah kenaikan penumpang, pihak KAI menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Sejumlah petugas keamanan disiagakan. Mereka berjaga dari mulai pintu masuk stasiun hingga pos pemeriksaan rapid tes antigen. Selain bentuk pengamanan dari tindakan kriminal, petugas juga harus mengawasi prokes penumpang dan mengecek kelengkapan dokumen perjalanan.

Berita Terkait : Jokowi Minta Menteri Tingkatkan Target Sertipikat Tanah Di Kaltara

Di bandara lebih parah lagi. Kemarin, PT Angkasa Pura II (Persero) mencatat, sebanyak 70.000 hingga 90.000 calon penumpang padati Bandara Soekarno Hatta. Mayoritas, penerbangan domestik dari dan ke Jawa serta Bali.

“Untuk penerbangan sendiri sebagai gambaran di bandara Soekarno-Hatta masih dinamis. Sekitar 70.000-90.000 penumpang perharinya dengan pergerakan pesawat 500-650an perharinya,” ujar Vice President Coorporate Communication AP II, Yado Yarismano.
 Selanjutnya