Dewan Pers

Dark/Light Mode

KSP: Pemangkasan Durasi Karantina Sudah Pertimbangkan Tinjauan Medis

Senin, 3 Januari 2022 16:24 WIB
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Abraham Wirotomo (Foto: KSP)
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Abraham Wirotomo (Foto: KSP)

RM.id  Rakyat Merdeka - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Abraham Wirotomo mengatakan, kebijakan pemerintah mempersingkat durasi karantina pelaku perjalanan luar negeri, sudah mempertimbangkan kajian masa inkubasi Omicron.

“Berdasarkan perkembangan kajian pasien Imicron di Indonesia dan data-data kasus omicron di dunia, varian Omicron memiliki masa inkubasi yang lebih singkat dibandingkan delta, yakni rata-rata 3 sampai 5 hari,” kata Abraham di Gedung Bina Graha Jakarta, Senin (3/1).

Berita Terkait : Durasi Karantina Dipangkas, Pemerintah Tegaskan Tak Ada Dispensasi Bagi Pelancong LN

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebutkan, masa karantina yang sebelumnya diberlakukan selama 14 hari kini dipersingkat menjadi 10 hari. Sedangkan yang berdurasi 10 hari, dipangkas menjadi 7 hari.

Keputusan ini disampaikan Luhut, usai mengikuti rapat terbatas evaluasi PPKM di Kantor Presiden, Senin (3/1).

Berita Terkait : Soal Durasi Karantina, Prof. Tjandra Minta 3 Hal Ini Jadi Pertimbangan

Abraham yakin, kebijakan perubahan aturan masa karantina akan berdampak positif bagi pengendalian kasus COVID19 varian Omicron.

“Selain pengawasannya bisa lebih maksimal, dengan dipersingkatnya waktu karantina, biaya yang dikeluarkan masyarakat akan lebih sedikit. Harapannya, masyarakat lebih disiplin jalani karantina dan lonjakan Omicron bisa ditekan,” pungkas Abraham. [HES]