Dewan Pers

Dark/Light Mode

Durasi Karantina Dipangkas, Pemerintah Tegaskan Tak Ada Dispensasi Bagi Pelancong LN

Senin, 3 Januari 2022 14:39 WIB
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan (Foto: YouTube)
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan (Foto: YouTube)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengumumkan keputusan pemerintah untuk mengurangi durasi karantina. 

"Tadi, diputuskan karantina yang 14 hari menjadi 10 hari, dan yang 10 hari jadi 7 hari," kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam konferensi pers hasil rapat terbatas evaluasi PPKM secara virtual, Senin (3/1).

Berita Terkait : Bulog Pengen Terlibat Stabilkan Harga Migor

Sebelumnya, masa karantina 14 hari diterapkan untuk WNI yang kembali dari negara-negara dengan kasus Omicron tinggi. Sedangkan karantina 10 hari, diberlakukan bagi pelaku perjalanan luar negeri yang datang dari negara lainnya.

Luhut menegaskan, pemerintah tidak akan memberikan diskresi atau dispensasi bagi mereka yang datang dari luar negeri. Pemerintah hanya akan mengacu pada aturan dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri).

Berita Terkait : Fasilitas Karantina Di Surabaya Sudah Siap, 1.900 Tempat Tidur Bisa Digunakan

Saat ini, penyebaran varian Omicron di tingkat global telah menjangkiti 132 negara, dan Indonesia berada di ranking 40. Sementara total kasus Omicron  di Tanah Air sudah mencapai angka 152, dan sebanyak 23 persen pasien telah sembuh.

"Kuncinya, kita lihat Omicron berkembang di dunia manapun itu adalah masalah disiplin. Disiplin pemakaian masker, masalah vaksin, disiplin cuci tangan dan seterusnya. Jadi kata kunci adalah disiplin," paparnya.

Berita Terkait : Presiden PKS Minta Pemerintah Segera Stabilkan Harga Pangan

Luhut menuturkan, kesiapan Indonesia untuk menghadapi Omicron saat ini jauh lebih baik. Tak hanya vaksinasi yang terus digencarkan, pasokan obat-obatan hingga kapasitas rumah sakit dan tenaga kesehatannya juga terus ditingkatkan.

"Semua yang dibutuhkan untuk itu kita sudah siapkan. Jadi jauh lebih siap. Saya ulangi, jauh lebih siap dari kejadian pada Juni tahun lalu. Juga penerimaan kita ke karantina sekarang jauh lebih siap," tandasnya. [HES]