Dewan Pers

Dark/Light Mode

Kalau Sampai Kasus Omicron Meledak

RS Kewalahan, Sekolah Tatap Muka Tunda Lagi

Selasa, 11 Januari 2022 06:25 WIB
Ilustrasi perawatan pasien Covid-19. (Foto: Antara).
Ilustrasi perawatan pasien Covid-19. (Foto: Antara).

RM.id  Rakyat Merdeka - Gegara varian Omicron bergejala ringan dan tidak bikin parah, masyarakat jadi menganggap sepele. Padahal, kalau kasusnya meledak, tetap saja rumah sakit (RS) bisa penuh dengan pasien Covid-19.

Ketua Satgas Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Zubairi Djoerban mengingatkan masyarakat, jangan meremehkan varian Omicron meski gejalanya ringan.

“Sebagaimana yang pernah terjadi pada Juli-Agustus 2021,” kata Zubairi dalam akun Twitternya @ProfessorZubairi.

Berita Terkait : Dipertimbangkan, Pembatasan Kedatangan Dari Luar Negeri

Kata Zubairi, ketika pasien Omicron membludak, maka fasilitas kesehatan terganggu. Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen yang baru mulai bisa tertunda lagi. Zubairi mengimbau masyarakat tidak melakukan perjalanan ke luar negeri untuk saat ini. Dia menilai, keputusan jalan-jalan ke luar negeri di tengah merebaknya Covid-19 varian Omicron tidak bijaksana.

Terkait perjalanan umrah ke Arab Saudi, Zubairi menganggap itu sebagai perjalanan yang perlu. Kata dia, sebagian besar orang menabung bertahun- tahun untuk pergi haji atau umrah, dan hanya mampu sekali seumur hidup.

“Saya berdoa untuk para jemaah agar mereka selalu sehat dan selamat,” doa Zubairi.

Berita Terkait : PSI Soroti Kasus Kekerasan Jalanan Di Kota Bandung

Netizen sekata dengan Prof Zubairi Djoerban. Masyarakat diimbau tidak menganggap remeh varian Omicron meski gejalanya ringan. Tetap patuhi protokol kesehatan (prokes) dan jangan bepergian ke luar negeri.

Akun @Agung3_laksono mengingatkan masyarakat tidak sembrono dan menganggap remeh varian Omicron. Saat ini, sudah ada transmisi lokal varian Afrika Selatan tersebut.

“Waspada, jaga diri buat jaga sesama. Prokes 3M kuatkan lagi, plus jaga imun tubuh,” kata dia.

Berita Terkait : Total Kasus Omicron Kini 152, Tak Ada Yang Gejala Berat, Saturasi Di Atas 95 Persen

Senada dilontarkan @DokterAri. Dia meminta masyarakat tidak menganggap remeh varian Omicron. Dia bilang, sekarang di dunia sudah ada yang melaporkan kematian pasien akibat Omicron. “Jadi tetap waspada, prokes, pakai masker, vaksin lengkap dan siap-siap booster,” kata dia, mengingatkan.

Menurut @girlspurple15, Badan Kesehatan Dunia (WHO) sudah memperingatkan risiko dari varian Omicron. Masyarakat sebaiknya tidak menganggap remeh dan tetap menggunakan masker dan mematuhi prokes.

Varian Omicron tidak boleh dipandang remeh karena mempunyai tingkat penyebaran tinggi dan mampu melumpuhkan sistem imun tubuh,” ujar @TheAirTimes.
 Selanjutnya