Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Dirut Pertamina: Bangun Kilang Tak Bisa Instan
Kita Sudah Berlari, Masih Ada Yang Menilai Lamban
Selasa, 11 Januari 2022 06:40 WIB
Sebelumnya
RFCC atau Residual Fluid Catalytic Cracking, adalah unit paling penting dari pembangunan kilang. Berat totalnya mencapai 4 ribu ton. Di dalamnya terdiri dari berbagai peralatan, antara lain pembangkit (riser), regenerated catalyst stand pipe, stripper, spent catalyst stand pipe, dan regenerator. Bagian paling berat adalah stripper atau disengager, yang mencapai 1.200 ton. Bentuknya menyerupai gelas terbalik. Fungsi alat ini untuk mengolah residu minyak mentah menjadi produk yang bernilai ekonomi, sehingga dapat meningkatkan keuntungan kilang.
“Hasil pengolahan minyak mentah meninggalkan sisa. Ibaratnya jelantah di rumah tangga. Dengan alat itu, jelantah bisa diolah lagi dan bernilai jual tinggi,” kata Nicke.
Baca juga : Tata Pesisir Dan Hilangkan Prostitusi, Bupati Zaki Banjir Pujian
Paket alat ini dipesan Pertamina dari Hyundai Heavy Industries, di Korea Selatan. Butuh waktu panjang dari proses pemesanan hingga akhirnya datang di Balikpapan. Desain dan manufaktur-nya butuh waktu 2 tahun. Dan dikirim melalui kapal laut, satu bulan perjalanan ke Indonesia. Pemasangannya nanti akan jadi momentum luar biasa. Ujian bagi kemahiran insinyur-insiyur terbaik Indonesia. Butuh waktu sekitar satu bulan untuk mempersiapkan pemasangannya. Karena harus dihitung betul tingkat kecermatan dan presisinya.
“Ini kalau mengsle sedikit saja, bisa gagal. Mubazirnya jutaan US Dolar,” cetus Djoko Koen, tertawa. Mengsle itu bahasa Jawa yang kira-kira artinya, tidak pas, atau bergeser. Makanya, saat pemesanan, pabrik di Korea meminta detail desain bukan lagi 3 dimensi, tapi sampai 6 dimensi, sebelum barangnya dibuat.
Baca juga : Pertamina: Tak Ada Pemotongan Gaji, Benefit Pekerja Masih Normal
Bagaimana nasib tangki-tangki yang sepuh? Rombongan juga sempat melewati deretan tangki yang usianya hampir seabad. Jumlahnya ada 35 tangki. Tangki-tangki itu berwarna keperakan, dengan karat di sana-sini tapi masih beroperasi. Ada sebagian dalam tahapan modifikasi. Ren-cananya, semua tangki akan di-upgrade untuk bisa menghasilkan produk sekelas Euro V. Kilang-kilang tua ini mau tak mau harus dimodifikasi. “Kalau tidak dimodifikasi, ya kilangnya tutup semua,” ujar Nicke.
Di luar urusan teknologi dan heavy equipment yang kompleks, juga ada persoalan lahan, tempat kilang dibangun, yang tak kalah sulitnya. Saat land clearing, ditemukan bangkai kapal laut di bawah tanah. Untuk membersihkannya butuh waktu tambahan sekitar sebulan.
Baca juga : Pak Erick Ngajak Berlari, Speednya Ditambah Terus…
Keseluruhan proyek kilang ini progresnya per Desember 2021 sudah hampir 50 persen. Melebihi targetnya dari 45,54 persen. Hebat. Padahal, di tengah pandemi Covid, banyak keterbatasan, tapi pekerjaan tetap bisa diselesaikan, bahkan lebih cepat. Biaya proyek sebesar 7,2 miliar dolar AS.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya