Dewan Pers

Dark/Light Mode

Cari Bukti Korupsi Abdul Gafur, KPK Geledah Kantor Bupati Penajam Paser Utara

Senin, 17 Januari 2022 15:36 WIB
Bupati nonaktif Penajam Paser Utara Abdul Gafur Masud. (Foto: Tedy Kroen/Rakyat Merdeka)
Bupati nonaktif Penajam Paser Utara Abdul Gafur Masud. (Foto: Tedy Kroen/Rakyat Merdeka)

RM.id  Rakyat Merdeka - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai melakukan penggeledahan terkait penyelidikan kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa serta perizinan yang menjerat Bupati nonaktif Penajam Paser Utara Abdul Gafur Ma'sud. Salah satu yang digeledah, adalah kantor Bupati Penajam Paser Utara.  

"Hari ini tim penyidik memulai upaya paksa penggeledahan di beberapa lokasi yang ada di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, di antaranya di Kantor Bupati," ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri lewat pesan singkat, Senin (17/1).

Berita Terkait : Viral Video Bupati Abdul Gafur Naik Jet Pribadi, Netizen: Bupati Rasa Sultan, Pantes Ditangkap KPK...

Saat ini, kata Ali, tim komisi antirasuah masih bekerja mencari dan mengumpulkan berbagai bukti untuk mendukung proses penyidikan. "Perkembangan kegiatan ini nantinya akan kami informasikan kembali," tandasnya.

KPK menetapkan Abdul Gafur sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa serta perizinan. Selain Abdul Gafur, penyidik komisi antirasuah juga menetapkan lima orang lain sebagai tersangka.

Berita Terkait : KPK Belum Temukan Kaitan Suap Bupati PPU Dengan Proyek Ibu Kota Negara

Kelimanya adalah Plt Sekda Kabupaten Penajam Paser Utara Mulyadi, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Penajam Paser Utara Edi Hasmoro, Kepala Bidang Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Penajam Paser Utara Jusman, Bendahara Umum DPC Partai Demokrat Balikpapan Nur Afifah Balqis, dan pihak swasta, Achmad Zuhdi alias Yudi.
 Selanjutnya