Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Bicara Keadilan, Kemakmuran Dan Kesejahteraan Dunia Di Acara Pendahuluan Presidensi B20
Jokowi Dan Tony Blair Seirama
Jumat, 28 Januari 2022 08:06 WIB
Sebelumnya
Sementara itu, Arsjad Rasjid selaku Penanggung Jawab Presidensi B20 mengungkapkan, dalam forum ini, Indonesia membahas tiga isu prioritas. Yakni, kemajuan inovatif, inklusif, dan pertumbuhan kolaboratif yang sejalan dengan G20. Sehingga, forum B20 bisa mengarah pada stimulus pemulihan yang lebih kuat dan berkelanjutan bagi semua negara, yang akan merekomendasikan kebijakan.
Ia berharap, melalui penguasaan ketiga aspek tersebut, maka visi besar membawa bangsa Indonesia menjadi ekonomi terbesar ke-7 dunia pada 2030 bisa terwujud. Pemerintah menginginkan Forum B20 ini sebagai titik lompatan Indonesia keluar dari krisis ekonomi.
Baca juga : Jokowi-Tony Blair Dipastikan Hadir
“Karena forum ini mempertemukan pemimpin bisnis perusahaan multinasional, organisasi dan komunitas bisnis dari seluruh negara anggota G20 yang akan memberikan rumusan dan masukan mengenai pemulihan ekonomi di masa pandemi,” jelasnya.
Hal senada juga disampaikan Shinta Kamdani, sebagai Ketua Penyelenggara B20. Menurutnya, dalam forum pengusaha dunia ini, Indonesia mengangkat 3 isu penting. Pertama, mendorong pemulihan dan pemulihan ekonomi dan pertumbuhan kolaboratif.
Baca juga : Pertamina Dan PLN Diyakini Bisa Jalankan Arahan Presiden Jokowi Dengan Baik
“Kita perlu memulihkan kembali kesehatan ekonomi dan memperbaiki arsitektur kesehatan global bersama-sama dengan memfasilitasi kerja sama lintas batas yang efektif,” kata Shinta.
Kedua adalah mendorong ekonomi global yang inovatif. Dikatakan Shinta, Covid-19 telah mempercepat digitalisasi usaha dan kehidupan sehari-hari. Di 2021, masyarakat global telah menghabiskan waktu sebanyak lebih dari 100 miliar jam di berbagai aplikasi belanja daring. Angka ini dua kali lipat lebih lama dibandingkan 3 tahun lalu.
Di sisi lain, UMKM yang menggerakkan perekonomian dunia, justru masih mengalami tantangan untuk melakukan transformasi digital. “Kita harus memastikan bahwa layanan digital tersedia untuk semua orang, bukan hanya yang memiliki hak istimewa,” tegas Shinta.
Ketiga adalah menata masa depan yang inklusif dan berkelanjutan. Dunia, kata dia, perlu terus mendorong kolaborasi, inovasi dan inklusivitas seiring dengan transisi untuk keluar dari pandemi. Hal ini menjadi landasan utama tema B20 tahun ini yaitu Kemajuan Inovatif, Inklusif dan Pertumbuhan Kolaboratif. “Tema ini juga selaras dengan tema G-20 yakni recover together, recover stronger,” kata Shinta. [MEN]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya