Dark/Light Mode

Serangan Pertama Di Masa Pemerintahan Joe Biden

Israel Tembakkan Rudal, 1 Keluarga Suriah Tewas

Sabtu, 23 Januari 2021 09:01 WIB
Sistem pertahanan udara Suriah menangkis dugaan serangan rudal Israel di selatan Damaskus. [Foto ilustrasi: Agence France-Presse /AFP]
Sistem pertahanan udara Suriah menangkis dugaan serangan rudal Israel di selatan Damaskus. [Foto ilustrasi: Agence France-Presse /AFP]

RM.id  Rakyat Merdeka - Pertahanan udara Suriah menghadapi agresi Israel di wilayah Hama pada Jumat (22/1) waktu setempat. Akibatnya, empat orang dari satu keluarga dilaporkan tewas. Serangan Israel ke Suriah ini merupakan yang pertama sejak Joe Biden terpilih menjadi Presiden AS.

Israel telah melakukan ratusan serangan udara di wilayah Suriah dalam beberapa tahun terakhir. Target serangan itu umumnya menyasar kekuatan militer Iran, atau pengiriman senjata ke kelompok Hizbullah Lebanon yang didukung Iran.

Sumber setempat menyatakan, serangan malah kian meningkatkan di pekan-pekan terakhir masa jabatan Donald Trump sebagai Presiden AS. Hal ini karena Israel yang mendapat dukungan kuat dari Trump.

Berita Terkait : Berubah Pikiran, Maroko Tunda Buka Pintu Buat Israel

Saat ini, Israel sedang menunggu, apakah pemerintahan baru AS akan meninjau kebijakannya di Timur Tengah.

"Sekitar pukul 4 pagi hari ini (Jumat), Israel melancarkan agresi udara dengan rentetan rudal yang datang dari arah kota Tripoli di Lebanon, mengarah ke beberapa sasaran di sekitar Provinsi Hama," ungkap sumber militer kepada media pemerintah Suriah, dikutip Reuters.

“Pertahanan udara kami (Suriah) menangkis serangan rudal ini dan menjatuhkan sebagian besar," kata sumber itu, tanpa merinci sifat target.

Baca Juga : Sunaryanta - Heri Ditetapkan Juara

Namun militer Israel menolak berkomentar. Menurut sumber militer Suriah, seorang ayah, ibu dan dua anak mereka tewas akibat serangan itu. Sementara empat warga sipil lainnya terluka. Tiga rumah juga dilaporkan hancur.

Israel sebelumnya mengatakan, serangan ke Suriah diperlukan, demi melindungi perbatasannya di utara dari Iran. "Israel sedang melawan Iran di Suriah," kata Amos Yadlin, dari Institut Studi Keamanan Nasional (Institute for National Security Studies) Universitas Tel Aviv.

"Tindakan seperti itu tidak akan berhenti hanya karena Biden telah dilantik, dan saya tidak mengantisipasi keraguan Amerika akan terus berlanjut," ujar mantan Direktur Intelijen militer Israel itu menyatakan keyakinannya. [RSM]