Dark/Light Mode

Harga Tanah Di IKN Naik 10 Kali Lipat

Istana Gerah

Sabtu, 29 Januari 2022 08:46 WIB
Ilustrasi Warga di sekitar daerah calon ibu kota baru disebut menahan diri menjual tanah mereka, mengingat harga melambung jelang UU IKN. (Foto: ANTARA/Akbar Nugroho Gumay).
Ilustrasi Warga di sekitar daerah calon ibu kota baru disebut menahan diri menjual tanah mereka, mengingat harga melambung jelang UU IKN. (Foto: ANTARA/Akbar Nugroho Gumay).

 Sebelumnya 
"Selamat kepada pengusaha dan pejabat yang punya lahan, karena harga tanah di sana akan naik berkali-kali lipat. IKN untuk kepentingan siapa sebenarnya?"tulisnya.

Akun @nonkgank ikut kepancing. "Oh ternyata ini, maksa pengen bangun ibu kota tuh alesannya biar harga tanah di sekitar pada naik... Coba dikroscek, kepemilikan tanah di sekitar IKN. Masih satu circle nggak?" tulisnya.

Baca juga : Cegah Spekulan Tanah Di IKN, Pemerintah Siapkan PP Pertanahan

Tapi, akun @Mentimoen berpendapat lain. Menurutnya, naiknya harga tanah di IKN wajar. Ia menilai warganet yang protes, hanya sirik sama yang punya tanah di sana.

"Ada satu isu yang baru saya baca, ada yang mengkritik IKN baru karena menguntungkan pemilik tanah di sana, harga tanah naik katanya. Ini namanya orang picik dan sirik. Harga tanah orang lain naik, kan tidak merugikan pihak lain. Biarlah mereka yang mengambil risiko dapat capital gain," nilainya.

Baca juga : KSP: Pembangunan IKN Nggak Bakal Hambat Penanganan Covid

Akun @sahid_zakaria menjadi salah satu diuntungkan dari pemindahan IKN. Dia kegirangan dengan kenaikan harga tanah di tempatnya. "IKN diumumkan di tempatku harga tanah yang dulu 1 ha hanya Rp 15 juta sekarang laku Rp 1,5 miliar. Masih kau bilang dapat apa? Dapat mobil, dapat rumah bagus, dan banyak lagi," pamernya.

Kendati demikian, akun @ahim_abah meyakini, harga tanah yang melambung tinggi itu bisa saja turun kembali. "Kalau IKN mangkrak harga tanah turun lagi," tulisnya.

Baca juga : Lengah Di Ujung Laga, Kesaktian 13 Kali Bajul Ijo Luntur

Akun lalu @Budionotaslim3 mengambil contoh kasus Jonggol, yang sebelumnya pernah disebut akan menjadi IKN baru. "Ingat beberapa tahun yang lalu Jonggol Jabar ada rencana dijadikan ibu kota negara dari Jakarta ke Jonggol, calo tanah berkeliaran harga tanah melambung. Dulu, khas Jonggol adalah duren, lalu habis karena ditebangi eladalah... Ternyata Jonggol urung jadi ibu kota negara, gedubrakkk," bebernya. [SAR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.