Dark/Light Mode

Kukuhkan Pengurus Baru, Gapasdap Bakal Perjuangkan 4 Isu Ini

Jumat, 4 Februari 2022 18:43 WIB
Ketua Umum Gapasdap Khoiri Soetomo. (Foto: Ist)
Ketua Umum Gapasdap Khoiri Soetomo. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Gapasdap) mengesahkan pengurus barunya untuk masa bakti 2021-2026. Pelantikan pengurus baru dilakukan di Jakarta pada Kamis (3/2) malam.

Khoiri Soetomo masih dipercaya kembali menjadi komandan Gapasdap untuk kedua kalinya. Khoiri punya harapan besar di periode keduanya memimpin Gapasdap.

Baca juga : Kenalkan Willow, Penghuni Baru Gedung Putih

"Harapannya, kepengurusan DPP Gapasdap akan makin solid, kuat, dan mulai terjadi proses alih generasi, sekaligus memberikan warna, serta kontribusi positif di dunia transportasi penyeberangan Indonesia," ujarnya, Jumat (4/2).

Menurutnya, ke depan, angkutan penyeberangan harus mendapatkan perhatian khusus lantaran telah menjalankan sebagian fungsi pemerintah dalam menyediakan infrastruktur atau jembatan, dan angkutan.

Baca juga : Terbitkan Kepgub Baru, Anies Masih Pertahankan PTM 100 Persen

Khoiri menyatakan, ada beberapa isu utama yang akan diperjuangkan Gapasdap. Pertama, meminta pemerintah mengevaluasi tarif angkutan penyeberangan. Alasannya, tarif saat ini sudah berlaku hampir 2 tahun.

Padahal, kata Khoiri, jika merujuk pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 66 Tahun 2019, evaluasi terhadap pelaksanaan tarif angkutan penyeberangan dapat dilakukan 6 bulan setelah pemberlakuan tarif baru.

Baca juga : KPK Serahkan Pengusutan Kerangkeng Manusia Di Rumah Bupati Langkat Ke Polisi

“Dalam waktu dekat ini kami akan mengirimkan surat permohonan kepada Menteri Perhubungan. Sekaligus permohonan adanya kenaikan tarif akibat adanya kenaikan komponen biaya, seperti kurs dolar Amerika Serikat, tarif dasar listrik, dan lainnya," tuturnya.

Kedua, Gapasdap akan mengajukan surat kepada beberapa kepala daerah agar memberlakukan moratorium perizinan kapal. Khoiri menilai, penambahan izin kapal di beberapa lintas komersial sebagai akibat adanya aturan peralihan mengakibatkan utilitas kapal mengalami penurunan. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.