Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
“Jangan takabur ya. Mau Omicron, mau Delta, jangan sombong dan jumawa dulu menganggap kalau terinfeksi pasti bakal ringan-ringan saja,” tuturnya.
“Yuk sehat yuk. Kita bisa melewati gelombang ini dengan selamat,” tambah @komaaaaang.
Baca juga : Kasus Covid-19 Naik, Australia Akan Buka Perbatasan Sambut Turis
Akun @viavianiii yakin Indonesia bisa melewati tingginya kasus Covid-19 dengan lebih baik. Pasalnya, sudah belajar dari pengalaman saat terjadinya gelombang kedua. Strategi Pemerintah sudah berjalan dengan baik, masyarakat selalu taat prokes dan mengikuti vaksinasi.
“Penyebaran varian Omicron membuat jumlah kasus meningkat lebih tinggi dibanding sebelumnya. Indonesia pernah mengalami serangan gelombang kedua yang menjadi pelajaran paling berharga,” ungkap @ Minietweets_.
Baca juga : Penderita Autoimun Positif Covid? Simak 5 Poin Penting Ini
“Kita percaya Pemerintah +62 tahu harus berbuat apa saat pandemi melanda,” ujar @ dandimau_08.
Akun @erwinomics mengatakan, gelombang Covid-19 pertama dan kedua, selain memunculkan banyak korban, juga menurunkan ekonomi. Sekarang gelombang ketiga, sedikit banyaknya akan mempengaruhi ekonomi.
Baca juga : PM Kanada Justin Trudeau Positif Covid, 2 Anaknya Juga
“Butuh terobosan kebijakan agar masyarakat level pendapatan bawah bisa tertolong,” katanya.
Akun @ilham_sasena berharap, Omicron menjadi varian terakhir dari Covid-19. Sehingga, tidak ada lagi lonjakan kasus. “Semoga tidak ada mutasi baru akibat rantai penularan virus Corona yang tidak diputus,” ujarnya. [ASI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya