Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Luhut Naikin Jabodetabek, Bali, Bandung Raya Ke Level 3
Insya Allah, Puasa-Lebaran Omicron Reda
Selasa, 8 Februari 2022 08:42 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah mulai menarik rem darurat untuk menekan laju penyebaran Corona varian Omicron. Sejumlah wilayah, seperti Jabodetabek, Bandung Raya dan Bali, dinaikkan status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) ke level 3. Meskipun status PPKM naik, pemerintah minta masyarakat tidak panik. Insya Allah, saat bulan Puasa dan Lebaran, Omicron sudah reda.
Perkembangan jumlah kasus warga yang terpapar Corona di Tanah Air menunjukkan kenaikan yang signifikan. Kenaikan terhitung 3 kali lipat lebih tinggi dibandingkan pekan sebelumnya. Sebagian besar, lonjakan kasus disebabkan oleh serangan varian Omicron.
Berdasarkan data yang dihimpun dari laporan harian pemerintah, tercatat selama periode 24-30 Januari, kumulatif kasus konfirmasi Covid-19 dalam sepekan berjumlah 56.807. Sementara pada periode 31 Januari hingga 7 Februari, kasus Covid-19 meningkat menjadi 199.380.
Baca juga : PPKM Di Wilayah Aglomerasi Jabodetabek, DIY, Bali, Bandung Raya Kini Naik Level 3
Melalui konfrensi pers yang digelar secara daring lewat kanal YouTube Sekretariat Presiden, pemerintah memutuskan mengambil kebijakan baru terkait penanganan Corona. Sikap pemerintah itu disampaikan Koordinator PPKM Jawa-Bali Luhut Binsar Pandjaitan, Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) dan Koordinator PPKM untuk wilayah luar Jawa Bali Airlangga Hartarto dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.
Pernyataan pertama disampaikan Luhut. Dengan wajah serius dan nada tinggi, Luhut mengawali pembicaraannya dengan lonjakan kasus Corona. Beberapa provinsi bahkan tercatat tren kenaikan kasusnya cenderung lebih tinggi dibanding saat puncak gelombang 2 akibat varian Delta.
Meskipun penyebarannya lebih cepat, Luhut bilang, dampak yang ditimbulkan akibat Omicron jauh lebih ringan dibanding Delta. Hal ini terlihat dari data rawat inap yang ada di rumah sakit, 69 persen merupakan gejala ringan. Termasuk angka kematian yang cenderung lebih rendah dibanding serangan Delta.
Baca juga : Simak Baik-baik, 6 Tips Aman Isolasi Pasien Omicron Di Rumah
“Tapi, bagi yang mengalami komorbid dan lansia, apalagi belum divaksin, ini bisa berakibat fatal. Makanya, kami mendorong yang belum vaksin lengkap, segera vaksin,” ujar Luhut.
Nada Luhut kemudian makin meninggi, ketika menyinggung aksi sekelompok orang yang mengajak untuk tidak melakukan vaksin. Purnawirawan Jenderal bintang 4 itu meminta, masyarakat tidak usah dengarkan seruan provokasi itu.
“Saya minta, Anda yang provokasi agar masyarakat tidak vaksin, untuk bertanggung jawab kalau nanti ada di kelompok Anda yang meninggal karena Covid,” ancam Luhut.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya