Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menunjukkan komitmen untuk menyelesaikan masalah di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Purworejo, Jawa Tengah. Usai memberikan keterangan pers, Ganjar langsung berankat ke Desa Wadas, Rabu (9/2).
Seperti dilaporkan jatengprov.go.id, saat Ganjar tiba, kondisi di Wadas nampak tenang. Tidak terlihat ketegangan atau suasana mencekam. Di sejumlah titik, terlihat aparat kepolisian yang mayoritas polisi wanita (Polwan), berjaga-jaga dan berbaur dengan masyarakat.
Ganjar berhenti di Masjid Desa Wadas. Di sana, ia bertemu sejumlah masyarakat yang masuk kelompok pro dengan penambangan batu andesit di wilayahnya.
Baca juga : Pak Ganjar, Ada Apa Dengan Wadas
“Assalamu’alaikum, sehat Bu? Sampun divaksin dereng (sudah divaksin belum)?” sapa Ganjar, pada sejumlah warga.
Warga menyambut Ganjar dengan ramah. Ganjar menanyakan proses pengukuran yang dilakukan di lokasi itu. “Iya Pak, sudah diukur. Punya saya hari ini mulai diukur,” kata Rodiyah, salah satu warga.
Rodiyah mengatakan, dirinya merupakan warga yang pro dengan penambangan. Warga yang sudah setuju, berharap agar proses pengukuran segera diselesaikan, sehingga ganti rugi bisa dibayarkan. “Kami minta secepatnya Pak, biar segera dibayar,” timpal Mulyati, warga lainnya.
Baca juga : Teja Keberatan Susunan Pemain Baru Ditentukan 5 Jam Sebelum Tanding
Ganjar kemudian menanyakan uang yang akan diterima akan digunakan untuk apa. Beberapa warga itu mengatakan, uang ganti rugi akan digunakan untuk membeli tanah di tempat lain, modal usaha, dan dibagikan pada anak dan saudara.
“Rencana meh nggo tuku mobil mewah Pak (rencana mau beli mobil mewah Pak), tapi mending kangge tumbas ruko ben saget usaha (tapi pilih membeli ruko biar bisa usaha),” timpal Rodiyah, sambil tertawa.
Ganjar melarang warga membeli barang mewah. Uang yang diterima lebih baik untuk usaha. “Aja nggo tuku mobil (jangan untuk beli mobil ya). Kalau sudah diberikan mending buat beli tanah untuk tempat tinggal atau digunakan untuk modal usaha,” kata Ganjar.
Baca juga : Winland Tawarkan Peralatan Multifungsi dengan Harga Terjangkau
Ganjar juga berpesan pada warga Wadas untuk menjaga kerukunan dan saling menghormati. Meski ada pihak pro dan kontra, namun relasi masyarakat tidak boleh terpecah.
“Sing penting rukun ya. Ada yang setuju, ada yang tidak setuju, tidak apa-apa. Yang penting rukun. Kalau rukun kan enak, agar persaudaraan nanti tidak gontok-gontokan. Saling menghormati dan menghargai saja, ora usah dha petentengan (tidak perlu marah-marahan),” katanya pada warga.
Ganjar menyampaikan, kedatangannya ke Desa Wadas untuk dialog dengan warga. Selain itu, dia ingin memastikan agar kerukunan tetap terjalin di sana. “Karena berita yang tersebar di luar itu seram banget. Insya Allah tidak seperti itu. Maka saya hari ini ke Wadas untuk menengok secara langsung,” terangnya. [USU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya