Dark/Light Mode

Setelah Ganjar

Wadas-Gate Ditembakin Ke Mahfud

Jumat, 11 Februari 2022 08:48 WIB
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD. (Foto: dok: Kemenko Polhukam).
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD. (Foto: dok: Kemenko Polhukam).

 Sebelumnya 
“Kepada yang suka mem-framig video seperti drama, itu saya kira supaya menyadari bahwa Polri, BIN, dan BAIS punya alat untuk tahu bahwa itu adalah framing buatan,” kata Mahfud di Jakarta, Rabu (9/2).

Mahfud juga membantah terjadi kekerasan terhadap warga. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di lapangan adalah gesekan antara warga yang pro terhadap penambangan batu andesit di Wadas dan warga yang menolak rencana tersebut.

Mahfud memastikan tidak ada warga yang secara sengaja diamankan polisi. Mahfud mempersilakan siapa pun mengecek dan melihat secara langsung untuk memastikan bagaimana situasi dan kondisi di Wadas sebenarnya.

“Saya baca Ombudsman akan melakukan pengecekan atau mendapat laporan tentang terjadinya tidak patut, silakan lakukan, silakan dicek karena sekarang banyak medsos yang seakan-akan ada orang diangkut dari rumah itu sudah kita cek semua tidak ada,” ujarnya.

Baca juga : Maunya Anies Ditolak Luhut

Saat ini polisi sudah membebaskan puluhan warga tersebut. Namun satu warga dinyatakan positif Covid-19 dan menjalani isolasi di rumah sakit. Namun, aparat masih berada di Desa Wadas untuk melakukan pengamanan tim pengukur lahan.

Komisi III DPR Kunker Ke Wadas

Kemarin, Komisi III DPR melakukan kunjungan kerja spesifik ke Wadas untuk mencari informasi insiden tersebut. Rombongan komisi hukum DPR itu dipimpin Wakil Ketua Komisi III DPR, Desmond J Mahesa.

Selain mengecek ke lokasi, DPR juga menggelar dialog dengan masyarakat dari dua kubu yang berbeda. Yakni, masyarakat yang pro terhadap pembangunan Bendungan Bener dan warga yang menolak.

Baca juga : Sahabat Ganjar Sebar Sembako Di 5 Titik Ibu Kota Jakarta

“Tujuan kami ke sini, agar kami mengetahui secara adil permasalahan yang ada. Warga agar mendapatkan perlindungan yang sama antara yang pro maupun kontra,” kata Desmond.

Politisi Partai Gerindra itu mengatakan, ada dua hal yang perlu diketahui soal Wadas ini. Yakni, soal proyek Bendungan Bener dan penambangan batu andesit. Kata dia, Desa Wadas adalah bukan wilayah proyek strategis nasional Bendungan Bener. Yang jelas batu-batu ini adalah penunjang kegiatan.

“Kalau secara hukum, ini wilayah bendungan maka ada peraturan yang posisinya masyarakat bisa menerima. Di sisi yang luar bendungan, masyarakat untuk sementara ini bisa menolak karena tidak melanggar aturan apa-apa,” jelasnya.

Ia pun berharap agar permasalahan yang terjadi di Wadas bisa segera diselesaikan dengan baik. Selain itu, pihaknya juga meminta agar warga yang pro dan kontra bisa akur kembali seperti sedia kala.

Baca juga : Direvitalisasi, Bandara Halim Perdanakusuma Ditutup Sementara

“Ada yang setuju ada yang kontra, harapannya ke depan pro kontra ini bisa akur kembali, dengan pihak pelaksana yang mau mengambil batu bisa menyelesaikannya baik-baik,” terang Desmond. [MEN]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.