Dewan Pers

Dark/Light Mode

521 Dokter Kepatil Omicron

Pak Luhut, Masih Aman Kan?

Sabtu, 12 Februari 2022 08:50 WIB
Dokter kelelahan dalam menangani pasien Covid-19 saat gelombang kedua. (Foto: Antara)
Dokter kelelahan dalam menangani pasien Covid-19 saat gelombang kedua. (Foto: Antara)

RM.id  Rakyat Merdeka - Perkembangan kasus Covid-19, yang dipicu varian Omicron, di Tanah Air mulai mencemaskan. Tiga hari terakhir, pertambahan kasus positif harian selalu di atas 40 ribu. Kini, jumlah kasus aktif Corona pun melonjak hingga 312 ribu. Yang mengkhawatirkan, sebanyak 521 dokter dan 169 perawat ikut kepatil Omicron. Dengan kondisi begini, apakah kondisi masih aman, Pak Luhut?

Lonjakan kasus harian Corona seperti tak bisa direm. Laporan Satgas Covid-19, jumlah kasus harian yang awal pekan lalu berada di kisaran 30 ribu kasus, kini sudah tembus di angka 40 ribu per hari. Merujuk data Satgas, kasus positif harian per kemarin berjumlah 40.489 kasus, dengan kasus kematian berjumlah 100 orang. Per hari kemarin juga ada tambahan kasus aktif sebanyak 24.622. Dengan tambahan tersebut, kasus aktif Corona di Indonesia mencapai 312.808 kasus.

Berita Terkait : Serem... Omicron Ngamuk Di Singapura, Malaysia Dan Korea Selatan

Ketua Satgas Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban mulai cemas dengan perkembangan virus Corona saat ini. Ia berharap, semua orang peka terhadap penambahan kasus baru atau pun angka kematian. 

"Positivity rate di atas 40 persen. Mau terus terlena, leha-leha, dan berkerumun bersama kolega?" ujar Zubairi, dalam akun Twitternya, @profesorZubairi, kemarin.

Berita Terkait : Siti Badriah, Kepatil Omicron, Isoman Dan Diinfus

Apalagi, kata dia, dari tim mitigasi IDI melaporkan, ada 521 dokter yang terpapar Corona. Dokter yang terpapar itu mayoritas dokter residen atau dokter umum yang sedang menjalani Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS). Para dokter yang terpapar itu tersebar merata di seluruh daerah dan paling banyak di Jakarta. Menurut dia, jumlah 521 itu angka yang banyak atau sekitar 3,8 persen dari 13.631 orang dari total seluruh PPDS.

Memang, kata dia, mayoritas dokter yang terpapar itu bergejala ringan atau tanpa gejala. Namun, hal ini tak bisa dianggap remeh. Sebab, kalau semakin banyak dokter yang terpapar dan harus cuti, tentu ketidaktersediaan tenaga kesehatan (nakes) akan berkurang dan memengaruhi tata laksana pelayanan di rumah sakit. Apalagi dokter residen adalah dokter garda terdepan dalam penanganan Corona di banyak rumah sakit. 

Berita Terkait : Luhut Masih Injak Gas

"Hal ini dapat jadi masalah yang berat, seperti yang terjadi di Inggris. Saya harap itu tidak terjadi," kata Zubairi.

Dengan kondisi seperti ini, kata dia, sudah seharusnya pemerintah melakukan penyesuaian level Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) didasari data-data di lapangan. "Kita memang perlu kesabaran ekstra dan terus ikhtiar untuk menghadapi pandemi ini. Bismillah," kicaunya.
 Selanjutnya