Dewan Pers

Dark/Light Mode

Kurangi Risiko Penularan Dan Fatalitas

Punya Komorbid, Isoter Aja

Jumat, 25 Februari 2022 07:55 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (tengah) meninjau pelaksanaan akselerasi vaksinasi di Gelanggang Olahraga (GOR), Kajang, Kayu Agung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Kamis (24/2/2022). Kegiatan vaksinasi juga dilakukan serentak di 34 Provinsi. (Foto: DivHumas Polri)
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (tengah) meninjau pelaksanaan akselerasi vaksinasi di Gelanggang Olahraga (GOR), Kajang, Kayu Agung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Kamis (24/2/2022). Kegiatan vaksinasi juga dilakukan serentak di 34 Provinsi. (Foto: DivHumas Polri)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengimbau warga yang terinfeksi Covid-19, khususnya dengan riwayat komorbid, untuk menjalani perawatan di lokasi isolasi terpusat (isoter).

Hal itu disampaikan Sigit saat meninjau secara langsung lokasi isolasi terpusat di Asrama Haji Pekanbaru, Riau, kemarin. “Karena di sana dokter-dokter dan tenaga kesehatan akan mengikuti kondisi kesehatan setiap hari. Dan ini akan mengurangi risiko fatalitas yang terjadi,” ujar Sigit.

Berita Terkait : Sarankan Warga Dirawat Di Isoter, Kapolri: Kurangi Risiko Penyebaran Virus Dan Fatalitas

Selain yang memiliki riwayat komorbid, Sigit juga menyarankan masyarakat yang tidak memiliki sarana dan prasarana penunjang untuk men­jalani isolasi mandiri, untuk melakukan perawatan di lokasi isoter.

Diingatkannya, ada aturan dan standar untuk isolasi mandiri. Di antaranya, memiliki kamar yang cukup. Lalu, kamar mandi yang terpisah untuk memisahkan antara yang sakit dengan yang tidak.

Berita Terkait : Rutin Berolahraga Bisa Turunkan Risiko Gejala Berat Dan Kematian Akibat Covid

“Tentunya ini bisa dilakukan evaluasi atau pengecekan. Kalau memang tidak memiliki syarat-syarat standar tersebut, tentunya saran kita lebih baik dirawat di isoter,” imbaunya.

Khusus di wilayah Riau, mantan Kabareskrim Polri itu mengaku mendapatkan laporan, bahwa telah disediakan 41 lokasi isoter dengan tingkat Bed Occupancy Rate (BOR) sebesar 9,25 persen, atau 157 tempat tidur dari total kapasitas 1.697 tempat tidur. Artinya, masih tersisa 1.540.

Berita Terkait : Parno Banget Ke Rusia, Pemimpin Barat Diminta Ke Dokter Jiwa

Sigit yang memantau lokasi isoter tersebut memastikan, dokter dan tenaga kesehatan untuk melakukan pemantauan intensif bagi pasien Covid-19. Kemudian, dari segi pelayanan, fasilitas, obat-obatan, serta makanan di isoter tersebut, sudah berjalan baik.
 Selanjutnya