Dark/Light Mode

Quick Count by Litbang Kompas
Anies & Muhaimin
25.23%
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58.47%
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16.30%
Ganjar & Mahfud
Waktu Update 20/02/2024, 00:17 WIB | Data Masuk 100%

Banyak Yang Meninggal Di Rumah

Pasien Nggak Layak Isoman Kudu Dipindahkan Ke Isoter

Sabtu, 26 Februari 2022 08:05 WIB
Ketua Satgas (Kasatgas) Covid-19 Suharyanto. (Foto: Dok BNPB)
Ketua Satgas (Kasatgas) Covid-19 Suharyanto. (Foto: Dok BNPB)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kasus kematian pasien positif Corona masih banyak dialami oleh mereka yang isolasi mandiri (isoman). Sebab itu, Satuan Tugas (Kasatgas) Penanganan Covid-19 meminta bantuan petugas lapangan untuk memindahkan pasien tak layak isoman dari rumah ke isolasi terpusat (isoter).

Ketua Satgas (Kasatgas) Covid-19 Suharyanto meminta bantuan petugas di lapangan untuk memastikan seluruh pasien yang isoman sudah memenuhi syarat. Jika ditemukan pasien tidak layak isoman, maka pasien tersebut perlu dipindah demi keselamatan.

Baca juga : BNPB: 7 Orang Meninggal Dunia Akibat Gempa M 6,1 Di Pasaman Barat

“Tolong, saya sampaikan ke­pada TNI, Polri dan Pemerintah Daerah agar disisir kembali yang isoman,” ujar Suharyanto di Jakarta, kemarin.

Data Satgas Penanganan Covid-19 menunjukkan, daerah yang tinggi kasus kematiannya, angka keterisian isoternya rendah. Begitu juga angka keterisian rumah sakit atau Bed Occupancy Rate (BOR).

Baca juga : Varian Yang Dianggap Ringan Bisa Membunuh Ribuan Orang

Artinya, kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) itu, masih banyak pasien yang isoman, meski gejalanya sudah berat.

Dia mencontohkan Bali, angka isoter tinggi. Mencapai 40 persen dari jumlah kasus positif. Karena itu, angka kematiannya rendah.

Baca juga : Pasien Wafat Saat Isoman Semoga Tidak Bertambah

Berbeda dengan Jakarta yang angka isoternya di bawah 20 persen. Tingkat kematiannya relatif tinggi.

“Jadi, tolong, yang isoman tapi memiliki gejala serius atau belum vaksin segera pindahkan ke isoter,” pinta Suharyanto lagi.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.