Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kebiasaan, Mau Puasa Kok Sembako Melonjak
Harga-harga Naik Bikin Tekanan Darah Juga Naik
Senin, 7 Maret 2022 07:55 WIB
Sebelumnya
Namun, Lutfi bilang, untuk stok sembako masih aman sampai Lebaran. Semua barang tersedia, lebih dari 1,5 bulan ke depan hampir di seluruh pelosok Indonesia.
“Pada saat yang bersamaan, kita memastikan saat Lebaran nanti tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” jelas Lutfi usai Rakor Nasional Stabilisasi Harga dan Ketersediaan Pasokan Barang Kebutuhan Pokok Menjelang Puasa dan Lebaran 2022/1443 H di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (18/2).
Kasatgas Pangan Polri, Irjen Helmy Santika menjelaskan, kenaikan harga sembako jelang Ramadan dipicu meningkatnya permintaan. Belum ada indikasi penimbunan bahan pangan. Ia pun mengimbau agar masyarakat melapor jika mendapati informasi dugaan kartel pangan.
Baca juga : Warga Malaysia Siap Merayakan Idul Fitri
“Sejauh ini belum ditemukan adanya kartel. Bila masyarakat memiliki informasi praktik-praktik kartel, permainan harga, maupun penimbunan, baik yang dilakukan oleh pelaku usaha, distributor, maupun oknum tertentu, segera informasikan kepada Satgas Pangan Polri,” kata Helmy.
Helmy menyebut pihaknya bakal mengawasi ketersediaan bahan pangan jelang Ramadhan. Kepolisian, bakal membantu menjaga alur distribusi pangan. “Menjaga ketersediaan bahan pokok pangan. Salah satu cara terampuh untuk menjaga harga sembako adalah dengan menjaga ketersediaan stok dan menjaga keseimbangan supply and demand,” tuturnya.
Sosiolog dari Universitas Gadjah Mada, Profesor Sunyoto Usman menilai, kenaikan berbagai jenis sembako berdampak pada psikologis masyarakat. Pertama, masyarakat terpaksa melakukan adaptasi. “Misalnya, ketika migor sulit di pasaran, masyarakat akan menggunakan cara masak lain,” kata Sunyoto, saat dihubungi Rakyat Merdeka, semalam.
Baca juga : Harga BBM Dan Makanan Terancam Melambung
Dampak kedua, kata dia, akan menimbulkan perlawanan. Untuk hal ini, Sunyoto menyebut lebih cenderung ke pelaku bisnis. Karena kenaikan sembako akan berimplikasi pada kegiatan usahanya.
Ketiga, tidak berkepentingan. Masyarakat cenderung acuh dengan fenomena yang ada karena tidak terlalu berpengaruh pada kehidupannya. Namun, bagi masyarakat miskin, tentu kenaikan ini bikin pusing. Ibaratnya, tekanan darah, pasti ikut naik.
“Bagi masyarakat miskin, sangat penting ada bantuan sosial. Mungkin organisasi keagamaan atau yayasan bisa memberikan bantuan. Karena yang miskin tidak punya akses yang cukup ketika harga sedang mahal,” tutur Sunyoto.
Baca juga : 354 Warga Jakarta Tepar Digigit Nyamuk
Di dunia maya, kenaikan sembako jelang Puasa ini juga dikeluhkan warganet. “Jelang bulan Ramadhan semua-semua naik, mulai minyak goreng, tempe, tahu, daging, gas , lalu apa kabar Indonesia?” cuit @yulianisupandi.
Akun @MargonoLbovia ikut kesal dengan kebiasaan naiknya sembako jelang Ramadhan. “Mungkinkah ada unsur kesengajaan? Perlu pencermatan yang serius walaupun naik,” ujarnya. “Bisa gak sih, pemimpin yang baru nanti, bisa jaga harga barang gak naik? Masa tiap mau jelang Ramadhan harga-harga pada melonjak,” kesal @kiswanpuato. [MEN]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya