Dark/Light Mode

Masyarakat Harus Terus Waspada

Varian Omicron Sudah Punya Cucu, Bentar Lagi Punya Cicit?

Selasa, 8 Maret 2022 08:00 WIB
Varian omicron. (Foto: Istimewa).
Varian omicron. (Foto: Istimewa).

 Sebelumnya 
Akun @tsetiady menilai, varian Omicron memang agak unik. Mutasi Omicron cukup jauh dengan saudara-saudaranya. Sehingga, varian dan subvarian Omicron bisa escap­ing atau menghindari sistem pengenalan imun yang sudah terbangun.

“Semoga nggak ada lagi yang mutasinya lompat-lompat kayak Omicron nanti,” harap @tsetiady.

Akun @drpriono1 menjelaskan, dominasi varian Omicron belum berakhir, karena ke­hadiran anak-anaknya Omicron. Sekarang, sirkulasi BA.1 masih pegang peran pada saat penurunan kurva pandemi.

Baca juga : Penularan Omicron Mulai Bergeser Ke Luar Jakarta

“Dikhawatirkan dapat kembali mening­kat ketika BA.2 ambil alih, karena angka reproduksi 1.5 kali lebih tinggi BA.1, lebih menular,” ujar dia.

Akun @yudhawpa mengingatkan, Covid-19 varian Omicron masih sangat bahaya untuk lansia. Sedangkan untuk yang masih muda, masih sehat, tidak ada komorbid, bahkan sudah divaksin 2 dosis atau 3 dosis, bukan ancaman yang bahaya.

“Kenapa ya masa muda gini dipenuhi banyak virus,” tanya @Chndra.

Baca juga : Di Sini Minyak Goreng Langka, Di Australia Tisu Toilet Kosong

Akun @mikirdoeloe menyambung. Dia meminta seluruh masyarakat waspada dengan berbagai varian Omicron. Sebab, akhir-akhir ini banyak orang mengeluhkan gejala sakit yang sama selama beberapa hari. Seperti demam, batuk, pilek dan tenggorokan sakit.

“Seluruh masyarakat harus yakin dan betul-betul sudah mendapatkan vaksinasi optimal. Itu kunci bagi semua orang untuk menangani dan mengelola laju varian Omicron,” kata @AndistaAstari.

“Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) merupakan kunci me­nekan penyebaran varian baru Omicron,” tambah @gentinginfo.

Baca juga : Masyarakat Diminta Waspada Penipuan Atas Nama Kemenag

Akun @tonangardyanto meminta masyarakat tidak pusing soal varian dan subvarian Omicron. Mau anak ataupun cucu, tangani saja dengan disiplin protokol kesehatan dan vaksinasi Covid-19 sesuai prosedur.

“Tidak perlu memaksakan harus tes WGS bila memang terkonfirmasi Covid-19. Kita jalani isolasi sesuai standarnya saja. Semoga kita semua senantiasa sehat,” katanya.

Sementara, @lemah_man curiga, setiap ada varian baru, pasti varian lama akan hilang. Kemana kah varian lama, dan apakah mereka auto berubah menjadi varian baru. [TIF]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.