Dark/Light Mode

Tak Nyerah Usul Pemilu Ditunda

Imin Tahan Malu

Rabu, 9 Maret 2022 09:15 WIB
Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar. (Foto: Instagram @cakiminow).
Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar. (Foto: Instagram @cakiminow).

 Sebelumnya 
“Masih panjang ya, tergantung ketua umum-ketua umum aja. Ketua umum partai masih baru tiga. Nanti kita lihat. Saya kira akan ada pertemuan khusus suatu hari nanti, tapi kapan masih kita tunggu,” tegasnya.

Eks Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi itu juga tak masalah dirinya dibilang tak tahu malu, terkait usulan penundaan pemilu tapi tetap deklarasi capres. “Ya nggak apa-apa karena dianggap kontradiktif ya mengusulkan pemilu mundur, tetapi tetap kerja untuk capres,” jawab Imin.

Pria yang lagi memperkenalkan diri dengan sebutan Gus Ami ini bilang, kerja untuk maju sebagai capres merupakan kewajiban. “Nah sebetulnya kerja untuk capres kan kewajiban saya untuk menyiapkan saya dan PKB di 2024,” bebernya.

Baca juga : Paul Pogba Siap Berkhianat

Menurut Imin, nasib penundaan pemilu sangat bergantung pada sikap masing-masing ketum parpol. Meski sebenarnya, wacana ini digaungkan kalangan pengusaha pasca diterpa pandemi.

“2022 ini ada lonjakan ekonomi yang signifikan. Terus recovery-nya naik dan kita harapkan dua tahun lagi normal. Stabil. Nah masalahnya pas dua tahun lagi itu bersamaan dengan jadwal pemilu yang itu rawan terjadi sentimen negatif lagi,” urainya.

Sementara, ketika pemilu ada tiga hal yang dikaji dunia usaha: ngerem investasi, ancaman konflik, dan menunggu siapa presiden selanjutnya. “Itu usulan mereka. Saya menampung dan meneruskan aspirasi tersebut,” klaim Wakil Ketua DPR ini.

Baca juga : Imin, Lain Di Mulut, Lain Di Hati

Tak hanya Imin, Wasekjen PKB, Luqman Hakim malah menyarankan agar Jokowi bersama pimpinan parpol duduk satu meja. Kata dia, kalau memang pemerintah dan pimpinan parpol tolak penundaan pemilu, maka perlu ada pernyataan sikap bersama.

Namun, usulan Luqman ini bikin berang Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin. Dia bilang, Imin dan PKB tidak ngerti aturan karena masih ngotot bicara soal penundaan Pemilu.

Menurut Ngabalin, harusya semua pihak percaya dengan konstitusi. Apalagi, jadwal pencoblosan sudah disepakati antara DPR, Pemerintah dan KPU, yakni 14 Februari 2024. Jadi, tidak pantas kalau kemudian isu penundaan Pemilu masih saja digoreng-goreng.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.