Dark/Light Mode

KSP: Pesan Presiden Soal Penceramah Radikal Tidak Mengada-ada

Rabu, 9 Maret 2022 09:49 WIB
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Rumadi Ahmad (Foto: KSP)
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Rumadi Ahmad (Foto: KSP)

RM.id  Rakyat Merdeka - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Rumadi Ahmad menyayangkan munculnya polemik soal pernyataan Presiden Jokowi tentang penceramah radikal, yang disampaikan dalam rapat pimpinan TNI Polri, 1 Maret lalu.

Terlebih, setelah daftar nama penceramah yang dinilai radikal, beredar di media sosial. 

Rumadi bilang, apa yang disampaikan Presiden faktual. Tidak mengada-ada.

Baca juga : Kurang Dua Pekan, Rusia Jadi Negara Penerima Sanksi Terbanyak Di Dunia

"Pernyataan Presiden sangat jelas. Tidak ada yang simpang siur. Karena masalah radikalisme adalah hal yang faktual, Bukan mengada-ada," kata Rumadi di Gedung Bina Graha Jakarta, Rabu (9/3).

Tak Pernah Sebut Nama

Dia memastikan, pemerintah tak pernah merilis daftar nama penceramah yang dianggap radikal. Karena itu, Rumadi minta masyarakat tidak terpancing dengan informasi yang belum jelas sumbernya.

Baca juga : Awal Pekan, Rupiah Dibuka Tak Bertenaga

"Saya tidak tahu dari mana asalnya. Yang jelas, pemerintah tidak pernah menyebutkan soal nama," tegas Rumadi.

Yang terpenting saat ini, tuturnya, masyarakat harus lebih hati-hati dan selektif dalam mengundang penceramah. Tak usah memperdebatkan soal ciri, apalagi nama.

"Apa yang disampaikan Bapak Presiden adalah pesan untuk semua kelompok, agar lebih hati-hati dalam mengundang penceramah. Bukan memperdebatkan soal ciri atau nama," pungkas Rumadi. [HES]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.