Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Sebelumnya
“Di waktu-waktu yang akan datang, secara bertahap label halal yang diterbitkan oleh MUI dinyatakan tidak berlaku lagi. Sertifikasi halal, sebagaimana ketentuan Undang-Undang diselenggarakan Pemerintah, bukan lagi Ormas,” kata Yaqut, lewat akun Instagram @ gusyaqut, kemarin.
Sekjen MUI Amirsyah Tambunan meminta umat tenang menyikapi perubahan logo halal tersebut. Kata dia, logo halal MUI masih dapat digunakan. Hal ini diatur dalam PP 39/2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Jaminan Produk Halal. “Pada Pasal 169 ketentuan peralihan, masih boleh pakai logo MUI sampai 5 tahun setelah PP dikeluarkan,” kata Amirsyah, kemarin.
Sementara, Waketum MUI Anwar Abbas secara pribadi mengkritik label halal baru bikinan Kemenag itu. Kata dia, logo baru itu terlalu mengedepankan artistik dan budaya lokal ketimbang kata halal dalam Bahasa Arab.
Baca juga : Ayo Booster Lansia Dari Pintu Ke Pintu
“Sehingga banyak orang nyaris tidak lagi tahu itu adalah kata halal dalam Bahasa Arab. Karena terlalu mengedepankan kepentingan artistik yang diwarnai oleh keinginan untuk mengangkat masalah budaya bangsa,” kata Anwar, dalam keterangan resminya, kemarin.
Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ace Hasan Syadzily ikut mengomentari logo halal baru itu. Kata dia, bagi yang terbiasa membaca huruf Arab dengan berbagai jenisnya, akan mudah membaca kata halal dalam logo tersebut. Tapi, bagi yang tak terbiasa dengan tulisan Arab, akan susah. “Oleh karena itu, perlu disosialisasikan kepada masyarakat lebih luas soal logo tersebut,” sarannya.
Di dunia maya, warganet ikutan ramai menanggapi logo baru ini. Ada yang mendukung, ada juga yang mengkritik.
Baca juga : Luhut Tak Bawa Fulus
Akun @muchlis_ar mengatakan, logo baru ini adalah tanda pergantian rezim sertifikasi halal. Ia menilai, logo baru halal Kemenag ini menarik, tak memakai warna hijau, khat halalnya tidak biasa. “Bentuk bulat berubah gunungan wayang. Perubahan yang berani,” pujinya.
Sementara, kader NU yang merupakan praktisi teknologi, Ainun Najib, menilai logo baru ini kurang efektif. Kata dia, label logo halal yang efektif adalah bikinan Thailand. “Sebagai konsumen, yang paling efektif itu logo halal Thailand. Dipandang sekilas dan dari jauh pun jelas banget itu logo halal,” kata @ainunnajib.
Warganet lain menilai logo baru ini terkesan mengada-ada. “Maksa banget. Seperti apa-apa harus ada unsur budaya tradisional, alias gimmick doang. Mana Jawa sentris mulu pula,” tulis akun @mightysapp. “Kamboja, Thailand, Vietnam, Myanmar, dan Filipina negara yang mayoritas non-Muslim logo halalnya jelas sekali huruf Arabnya. Lah Indonesia kok malah diganti. Adakah yang bisa membaca logo yang baru ini?” kritik akun @Penjejakbu. [BCG]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya