Dewan Pers

Dark/Light Mode

Penurunan Kematian Di Jawa Tengah Berjalan Lambat, Penyebabnya Masih Itu-itu Juga

Senin, 14 Maret 2022 22:10 WIB
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan dalam konferensi pers virtual PPKM, Senin (14/3). (Foto: YouTube)
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan dalam konferensi pers virtual PPKM, Senin (14/3). (Foto: YouTube)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sejak kasus awal varian Omicron ditemukan pertama kalinya di Indonesia, pemerintah kembali memberlakukan berbagai kebijakan untuk mengatasi dan meminimalisir dampak dari sebaran varian tersebut.

Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan, segala kebijakan yang dibuat pemerintah, hingga hari ini dapat dipastikan berjalan sesuai dengan koridornya. Sehingga, menemukan hasil yang baik pula.

"Hal tersebut terbukti dan dapat terlihat jelas hari ini, sesuai dengan kondisi penanganan pandemi di negeri yang sama-sama kita cintai ini," ujar Luhut dalam konferensi pers virtual, Senin (14/3).

Pemerintah terus memastikan bahwa kondisi penanganan pandemi memberikan dampak yang begitu berarti, dengan turunnya kasus tren kasus konfirmasi dan tingkat rawat inap secara nasional.

Berita Terkait : Menaker Dan Dirut BP Jamsostek Gelar Dialog Bersama Penerima Manfaat JKP

"Hari ini jumlah kasus berada di bawah 10 ribu, sementara jumlah kesembuhan mencapai lebih dari 39 ribu. Hal tersebut sejalan dengan penurunan kasus dan rawat inap rumah sakit di seluruh wilayah Provinsi Jawa dan Bali yang begitu signifikan," papar Luhut.

"Namun, pemerintah memberikan perhatian lebih pada tingkat penurunan angka kematian yang berjalan cukup lambat utamanya di wilayah Jawa Tengah," imbuhnya.

Luhut menjelaskan, penyebab tingginya angka kematian masih sama dengan yang sebelumnya. Yakni banyaknya pasien Covid-19 yang memiliki komorbid dan belum melakukan vaksinasi lengkap.

"Untuk itu, sekali lagi saya mengingatkan, bagi masyarakat yang memiliki komorbid atau lansia, untuk segera dirawat di RS jika positif Covid-19," pesan Luhut.

Berita Terkait : Pemerintah Masih Waswas

Penghuni Level 2 Bertambah

Luhut menuturkan, seiring penurunan kasus, jumlah Kabupaten/Kota yang masuk kedalam Level 2 berdasarkan asesmen minggu ini mengalami peningkatan.

Keputusan detail mengenai hal ini akan tertuang dalam Inmendagri yang akan segera keluar pada hari ini.

"Pemerintah juga menyampaikan bahwa jumlah orang yang diperiksa mengalami penurunan, seiring dengan tidak diberlakukannya lagi syarat antigen untuk perjalanan," ucal Luhut.

Berita Terkait : Upaya Peningkatan Keselamatan Di Perlintasan Sebidang

Luhut menambahkan, untuk tetap dapat mengidentifikasi kasus dan menghindari potensi lonjakan kasus dengan cepat, pemerintah meminta seluruh daerah untuk kembali memperkuat kapasitas testing dan tracing. [HES]