Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Bambang Trihatmodjo Ngotot Nggak Mau Bayar Utang Dana Talangan Sea Games 1997
Rabu, 23 Maret 2022 22:00 WIB
Sebelumnya
TMI sendiri merupakan pihak swasta yang bergabung dalam Konsorsium Mitra Penyelenggaraan Sea Games XIX tahun 1997. Bergabungnya TMI berdasarkan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada 14 Oktober 1996 silam.
PT TIM sendiri sahamnya dimiliki oleh PT Perwira Swadayatama yang diwakili oleh Bambang Riyadi Soegomo dan PT Suryabina Agung yang diwakili Enggartiasto Lukita.
Bambang sendiri menjabat sebagai pimpinan konsorsium penyelenggara Sea Games tersebut, sekaligus Presiden Komisaris di PT TIM.
Baca juga : Muhadjir : Bayar Pajak Mampu Bantu Negara Jalankan Skema Bansos
Prisma menjelaskan, pada penyelenggaraan Sea Games 1997 lalu, pemerintah tidak memiliki alokasi dana penyelenggaraan dari APBN. Sebab, Sea Games XIX 1997 sejatinya akan dilaksanakan oleh Brunei Darussalam sebagai tuan rumah penyelenggara, namun mengundurkan diri.
Karena tidak ada alokasi dana dari APBN, maka dibentuklah KMP untuk mencari dana penyelenggaraan Sea Games. Adapun kebutuhannya ditentukan oleh Kemenpora dan KONI yang juga terlibat dalam kepanitiaan penyelenggaraan Sea Games 1997.
Dana yang dibutuhkan awalnya Rp 70 miliar lalu membengkak menjadi Rp 121,6 miliar. Seiring berjalannya waktu, KONI membutuhkan tambahan dana Rp 35 miliar untuk pemusatan latihan nasional (pelatnas) atlet Indonesia.
Baca juga : Kuasa Hukum: Nggak Adil, Bambang Trihatmodjo Sendirian Tanggung Utang Sea Games Rp 64 M
Kebutuhan pelatnas itu berhasil ditutupi dari pinjaman dana pungutan reboisasi Kementerian Kehutanan. Pengucuran dana reboisasi itu dilakukan melalui Kemensesneg dan langsung dicairkan KONI.
Atas dasar itu, Prisma merasa heran dengan penagihan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati terkaif dana talangan penyelenggaraan SEA Games XIX Tahun 1997.
Pasalnya, penanggung jawab penyelenggaraan itu tidak hanya dirinya saja, tetap terdapat pihak lain Dia menyebut, penanggungjawab dari penyelenggaraan Sea Games 1997 itu adalah KMP dan pelaksana KMP itu adalah PT TIM. “Sehingga, kami meminta semua pihak jeli melihat permasalahan ini," tutup Prisma. [BYU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya