Dark/Light Mode

Konsep IKN Nusantara Diurai Kepala BIN

Tangguh Melawan Wabah Tangguh Hadapi Bencana

Jumat, 25 Maret 2022 06:45 WIB
Kepala Badan Intelijen Negara (Kabin) Jend Pol (Purn) Budi Gunawan.
Kepala Badan Intelijen Negara (Kabin) Jend Pol (Purn) Budi Gunawan.

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggapan tak tepat membangun Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di saat pandemi Covid-19 adalah tidak benar. Justru, pandemi ini bisa dijadikan pelajaran dan tantangan untuk membangun IKN atau kota baru yang tak hanya tangguh menghadapi bencana, tapi juga tangguh melawan setiap wabah.

Skenario berdamai dengan virus Corona menjadi pilihan yang paling realistis saat ini. Alih-alih berambisi memusnahkannya, banyak negara kini memilih hidup berdampingan dengan virus yang terus bermutasi ini untuk selamanya. Tak terkecuali bagi World Health Organization (WHO). Virus Corona, menurut Direktur Kedaruratan WHO, Michael Ryan, akan digolongkan sebagai penyakit endemik seperti TBC atau bahkan flu musiman. banyak negara kini memilih hidup

Baca juga : Tiba Di Titik Nol IKN Nusantara, Jokowi Ditepung Tawari Oleh Sultan Kartanegara

Pandemi akan berubah menjadi endemi. Namun, ini tidak berarti hidup akan kembali normal. “Pandemi berganti endemi hanya pergantian label, tidak mengubah tantangan yang kita hadapi. Kita tetap harus mengontrol virus ini secara berkelanjutan. Program pengendalian yang kuat harus tetap dijalankan untuk mengurangi infeksi, melindungi kelompok rentan, dan menekan angka kematian,” kata Michael Ryan dalam video yang disiarkan akun Twitter WHO, Minggu (13/3).

Dunia, saat ini siap-siap memasuki era normal-baru (new-normal). Seperti apa era ini? Dalam pandangan Kepala Badan Intelijen Negara (Kabin) Jend Pol (Purn) Budi Gunawan, hidup di era normal-baru berarti mengadopsi praktik mitigasi resiko penyebaran virus sebagai kebiasaan atau etika sosial baru.

Baca juga : Dibilang Meninggal Covid Tapi Kok Memar-memar

Rutin vaksin, memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak, kata Budi Gunawan, harus dipandang sebagai wujud tenggang rasa dan tanggung jawab sosial menjaga diri dan orang lain dari paparan virus.

“Ini hanya sejumlah contoh dalam aspek budaya keseharian,” tutut mantan Wakapolri yang akrab disapa BG ini.

Baca juga : PPP Incar Kursi Wali Kota Serang Dan Wagub Banten

Pada aspek kebijakan nasional, menurut BG, era normal baru ditandai dengan penguatan sistem kesehatan nasional yang senantiasa siap menghadapi kemungkinan terjadinya pandemi.

Makanya, BG mengingatkan, endemi yang tidak termitigasi bisa kembali berubah menjadi pandemi. “Kajian para pakar menyimpulkan, Covid-19 tidak akan menjadi pandemi terakhir. Gaya hidup manusia, cara mereka memperlakukan alam, serta dampak perubahan iklim yang semakin terasa, sangat rentan memicu munculnya virus atau biopatogen lain yang sewaktu-waktu bisa merebak menjadi pandemi berikutnya,” warning BG.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.